Hari kedua, Ziyarah Masjid Sahabi dan Makam Saad bin Abi Waqqas
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 16

Prof. Amka. Kamis, 25 Juni 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Pagi yang cerah di kota Guangzhou tepatnya di sekitar hotel Borrman setelah sholat subuh, tim LP Ma’arif Kab Malang segera berkemas menuju masjid Sahabi dan Maqbarah Saad bin Abi Waqqas, perjalanan dari hotel ditempuh sekitar 10 menit dengan taxi. Setiba di pelataran masjid Sahabi kemudian kita sholat Tahiyat Masjid, kemudian ziyarah ke Maqbarah Saad bin Abi Waqqas tampak di dalam Maqbarah kami lihat ada Muslim Bangladesh yang juga berkunjung disana serta melakukan doa, begitu juga tim LP MA’ARIF Kab Malang langsung menggelar Tahlil bersama di area Maqbarah.

Pemandangan lain juga nampak muslim China yang ada di daerah masjid ada juga kotak amal tersedia dengan model pembayaran donasinya menggunakan Alipai yang memang resmi digunakan di China.

Masjid yang dinisbatkan kepada sahabat Nabi Sa’ad bin Abi Waqqash umumnya merujuk pada Masjid Huaisheng (juga dikenal sebagai Masjid Guangta atau Masjid Abi Waqqas) di Guangzhou, Tiongkok. Berusia lebih dari 1.300 tahun, masjid ini menjadi salah satu penanda awal perjumpaan peradaban Arab dan Tiongkok.

Lokasi: Terletak di jantung kota Guangzhou, Tiongkok (berjarak sekitar 2.300 km dari Qingdao; dapat diakses dengan penerbangan domestik selama ±3 jam). Sejarah Singkat: Dibangun pada masa Dinasti Tang (sekitar tahun 618–907 M) dan menurut tradisi Islam di Tiongkok, masjid ini pertama kali didirikan oleh Sa’ad bin Abi Waqqas beserta rombongannya saat berdakwah ke Tiongkok.Keunikan: Memiliki menara setinggi 36 meter yang dulunya berfungsi sebagai mercusuar bagi kapal-kapal di Sungai Pearl
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
