Kridhaning Manggalih: Mandhap Arga, Nggayuh Lintang
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8

“ Terima kasih ibu ayah semua uang yang yang dikeluarkan untuk pendidikanku, baju yang nyaman, makanan yang sesuai selera, tempat tinggal yang nyaman, dan keinginanku yang selalu ayah ibu usahakan sehingga aku menjadi anak yang tak haus kasih saying dari orang lain dan doakan aku untuk menuju kesuksesan yah…bisa membalas apa yang kalian berikan” Siswa MTs. NU Pakis

Bq. 21 Juni 2026.
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.
Sabtu (20/06/2026). Nuansa adat jawa sangat kental terasa dalam Tasyakuran Kelulusan Kelas IX Angkatan 56 #Cenafiore “Kridhaning Manggalih: Mandhap Arga, Nggayuh Lintang”pada hari Sabtu 20 Juni 2026 di MTs. NU Pakis malang yang dipimpin oleh kepala sekolah bertangan dingin Dr. HJ. Najmah, M.Pd. dan didukung oleh ketua Yayasan LEPA Prof. Nur Hadi yang juga support motivasi kepada semua siswa.
Bila Anda datang ke Pakis Malang, dekat gerbang tol Pakis, Anda akan menemukan madrasah yang selama ini sudah malang melintang dengan beragam prestasi yang dibawa yaitu MTs. NU Pakis dibawah yayasan Lembaga Pendidikan Al Hidayat (LEPA) bersemboyan Mendidik dengan Kasih Sayang.

Lima puluh siswa lebih usai belajar di MTs. NU telah resmi dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Dan 120 orang siswa baru siap menggantikan mereka selama tiga tahun. Kenaikan ini merupakan bukti kinerja yang bagus sehingga memeroleh apresiasi bagus dari masyarakat. Bahkan cita-cita membangun masjid juga sudah tercapai dan kokoh di sebelah selatan madrasah.
Saat ditanya kenapa membawa nunansa budaya Jawa. Dr. HJ. Najmah berujar bahwa itu dukungan dan kreasi dari para wali murid. Mereka merancang dan menuangkan keinginan mereka dalam acara tasyakuran tersebut. Bahkan pembawa acara dengan fasih berbahasa jawa dengan atribut putri Jawa yang menarik.
Sesi sungkeman merupakan bagian sesi yang paling menyentuh hati. Para wali murid tak kuasa menahan air mata mereka saat putra atau putri mereka bersimpuh penuh cinta dan kasih sayang. “Terima kasih untuk segala cinta yang terukur untuk doa-doa yang selalu mendahului langkahku. Aku mencintai kalian lebih dari yang bisa terucap oleh kata-kata” bagian kalimat yang siswa ucapkan.

“Para guru ingkang gadhah sifat sabar yang luar biasa. Sak meniko mengadakan wisuda lulusan setelah 3 tahun menempuh studi dengan luar biasa.” Sambung Prof .Amka juga dengan bahasa Jawa. “Pendidikan maknanya bukan sekolah, tetapi pendidikan memiliki makna menumbuhkembangkan. Proses menumbuhkembangkan potensi manusia baik akal, jasad, maupun spiritual. Niki kedah panjenengan sumerap” imbuh ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang mengawali sambutannya.
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang sangat antusias mendukung program-program MTs. NU pakis dalam menciptakan kemajuan secara konsisten. Dr. Hj. Najmah, M.Pd. yang juga ketua tim penjamin mutu LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang sangat merasakan keberkahan perjuangan di dalam Ma’arif. “Saya sangat merasakan keberkahan di dalam Ma’arif” ujar beliau.

Dalam dialog sebelum usai giat, Izzy dari Ma’arif mengapresiasi budaya yang dijadikan tema besar. Budaya Jawa memiliki filosofi yang unik dan agung bila dipahami. Tidak hanya berupa bentuk bangunan yang indah dan detail.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
