Standar, Pelayanan, dan Keberlanjutan, Ma’arif Malang
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12

Bq. Selasa, 31 Maret 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Senin (30/06/2026). Sudah menjadi komitmen Ma’arif PCNU Malang untuk memberikan pelatihan yang semakin baik. Maka, berbenah adalah sesuatu yang mesti terus dilakukan. Entah dari standar yang ingin dicapai, atau pada kepuasan pelanggan dengan pelayanan terbaik, hingga pada keberlanjutan dari seminar atau pelatihan yang sudah dilakukan.


Maka, di akhir pelatihan atau workshop. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang menyebar angket untuk mengukur kepuasan dari pelatihan. Angket ini bersifat objektif dan diisi langsung oleh peserta. Dan hasilnya segera diketahui.

Foto: Tri Agung Yoga, M.Pd., Suci Hidayati, M.Pd., dan Izzy Baiquni
Beberapa data dari pertanyaan-pertanyaan dalam intrumen yang disebarkan, menghasilkan data akurat. Diantara data-data dan simpulan yang masuk adalah kepuasan dalam melakukan pelatihan tatap muka mencapai 55,6%, kepuasan pada standar layanan komunikasi dan konsultasi kepuasan dimulai dari 14,85 hingga 66,75.


Setelah peserta menjalani workshop ini, bagaimana kepuasan kebermanfaatn dari workshop yang dilakukan? Dari 27 jawaabn yang masuk 100% menyatakan puas.
Penutupan Workshop
Buya Ali Wafa panggilan akrab dari KH Ali Wafa, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar. Beliau hadir bersama istri beliau Umi Lailatul Fitria dan keluarga untuk mensupport para guru yang mengikuti pelatihan.

Foto: Wahid Khoiruddin (Gus Dur), Buya Ali Wafa, Prof Amka, dan Izzy Bq

“Peserta dari Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar, saya lihat sangat serius mengikuti pelatihan beberapa hari ini. Mereka termasuk peserta paling disiplin dalam mengikuti pelatihan” ujar Prof Amka, ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang.
“Terima kasih tidak terhingga kepada Prof. Amka dan LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Kami ingin dan senang bergabung di bawah naungan Ma’arif, karena kami juga warga Nahdlatul Ulama. Kalu bukan kita-kita warga Nahdlatul Ulama, maka siapa lagi yang mau ikut memperjuangkan Ma’arif. Selam aini kami berada di bawah nanungan dan bimbingan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik dan Pondok Pesantren Langitan Tuban’ ujar Buya Ali Wafa.



Foto: Pemberian cinderamata batik Ma’arif Malang kepada pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar
Masih menurut beliau “Kami sangat berterima kasih kepada LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Kami diterima sangat baik disini seperti sudah menjadi keluarga dekat sekali. Kami doakan perjuangan ini terus berlanju. Kami yakin kita selalu akan mendapatkan pertolongan dari Allah swt dalm perjuangan ini.”
Di akhir sambutannya, beliau berucap “Kami tunggu kehadiran panjenengan semua tim LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Silahkan datang ke tempat kami untuk melihat dan memberikan masukan di lembaga Kami. Kami juga mendoakan perjuangan terus berlanjut. Kami yakin pertemuan ini membawa perubahan positif yang lebih baik lagi bagi Kami.” Tampak beliau menyampaikan dengan perasaan mendalam.
Prof. Amka, Izzy, Wahid Khoiruddin, dan Imam Husein dari Ma’arif, melepas kepulangan rombongan saat waktu melewati adzan isya’.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
