Breaking News
light_mode
Beranda » Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo » Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

Tirulah Saddam Husein Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
  • visibility 982

Prof. Dr. K.H.Imam Suprayogo. Maret 2024

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Beberapa waktu yang lalu datang ke rumah saya, beberapa orang yang mengaku sebagai pengurus yayasan perguruan tinggi. Kedatangan mereka sekedar mengajak berdiskusi untuk mencari cara strategis dalam memajukan perguruan tinggi yang sedang mereka kelola.

Mendengarkan keterangan tentang perkembangan kampusnya dan tujuan mereka datang, saya langsung mengusulkan agar meniru cara berpikir Saddam Husein, mantan Presiden Irak yang sekarang sudah tiada.

Semua tahu bahwa Irak setelah kalah perang pada awal tahun 1990-an, sudah tidak ada yang dibanggakan lagi. Pasca perang negara ini diwarnai oleh konflik yang tidak kunjung selesai. Untuk bangkit kembali, negara di padang pasir ini rupanya tidak mudah.

Namun demikian, sebenarnya Saddam Husein memiliki pandangan yang cukup bagus untuk ditiru, tidak terkecuali dalam memajukan lembaga pendidikan.

Atas pandangan tersebut, ketika beberapa orang pengurus lembaga pendidikan tinggi Islam datang ke rumah saya dan mengajak berdiskusi, saya segera sampaikan agar meniru saja cara berpikir Saddam Husein, mantan Presiden Irak yang sekarang sudah wafat.

Saya sebut bahwa cara berpikir Saddam Husein dalam mempertahankan negaranya sangat bagus untuk diimplementasikan dalam memajukan lembaga pendidikan Islam sekarang ini.

Saddam Husein sadar bahwa negara yang dipimpinnya selalu menghadapi ancaman perang, baik musuh yang datang dari dalam negerinya sendiri maupun dari luar.
.
Atas dasar kesadaran tersebut, Saddam Husein sangat perhatian kepada para tentaranya. Para serdadu diberikan perhatian yang amat tinggi di negara yang tidak pernah berhenti perang tersebut. Siapapun yang berstatus tentara oleh Saddam Husein sangat dihargai dan dicintainya.

Sebagai bentuk kecintaannya dimaksud, para tentara diberikan fasilitas hidup yang lebih dibanding lainnya. Kehidupan tentara dicukupi, dihargai, dan dimuliakan. Saddam Husein sangat memuliakan kehidupan tentara. Para prajurit dibuat bangga dan dibangun rasa terhormat di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai bukti perhatian presiden Iraq terhadap para tentara, mereka disedikakan fasilitas hidup yang serba lebih. Perumahan, kendaraan dinas, gaji, dan bahkan kepada isteri dan keluarga pahlawan perang dihormati dengan cara diberikan fasilitas hidup yang membanggakan.

Dalam kesempatan berkelililing di sekitar kota Baghdad, Irak, awal tahun 1990-an, saya melihat kawasan rumah mewah. Saya mendapat informasi bahwa kawasan perumahan mewah itu adalah fasilitas yang disediakan untuk para janda dan keluarga pahlawan perang. Mereka juga diberi fasilitas hidup dan tunjangan pensiun yang cukup.

Gambaran tersebut untuk menunjukkan betapa kehidupan para tentara di Iraq dihargai dan bahkan dimuliakan. Lewat cara itu, para tentara menjadi bangga dengan posisinya dan diharapkan menjadi benteng keamanan bagi seluruh rakyatnya.

Cara berpikir Saddam Husein tersebut rasanya tepat sekali untuk memajukan lembaga pendidikan. Kemajuan lembaga pendidikan amat tergantung dan ditentukan oleh para guru atau dosennya. Jika mereka itu bangga menjadi dosen karena keberadaannya dihargai dan bahkan dimuliakan tentu mereka akan bangga dan akan bekerja secara maksimal.

Umpama guru atau dosen, sebagaimana tentara Saddam Husein dihargai dengan cara dicukupi kebutuhan hidupnya, maka mereka akan bangga dengan jabatan dan akan bekerja secara total. Misalnya, mereka diberikan fasilitas hidup, mulai dari perumahan, kendaraan dinas, peningkatan karier, dan biaya hidup yang cukup.

Memberikan fasilitas hidup yang cukup kepada para guru atau dosen artinya adalah menjadikan mereka senang dan bangga dengan pekerjaan dan tugasnya sehari-hari. Dengan cara itu, para murid dan mahasiswa diajar oleh orang-orang yang hidupnya sejahtera dan bahagia.

Sebaliknya, jika para guru dan dosen hidupnya serba kekurangan maka sama artinya membiarkan para siswa dan mahasiswa diajar oleh orang yang sehari-hari hidup serba susah, kaya beban hidup, menderita, dan selalu mengeluh tanpa tahu jalan keluarnya. Suasana yang demikian ini tentu sulit diharapkan membuahkan hasil pendidikan yang maksimal.

Jika cara berpikir Saddam Husein ini diimplementasikan di dalam mengelola lembaga pendidikan maka pendidikan akan maju. Guru dan dosen akan bangga dengan statusnya. Mereka akan merasa dihargai dan dibanggakan di tengah masyarakat dan juga di hadapan para murid dan mahasiswanya.

Lewat cara tersebut para dosen dan guru akan menjadi tipe ideal yang bisa ditiru dan menjadi sosok orang yang berhasil dalam menjalani kehidupan. Bukan sebaliknya, yaitu serba paradog. Kehidupan mereka diharapkan ditiru oleh para murid atau mahasiswa tetapi pada kenyataannya sehari-hari hidup mereka tampak terlalu kaya beban.

Editor: Izzy

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruang Tumbuh Sore Hari, Bakat Siswa Diasah Bersama KKM

    Ruang Tumbuh Sore Hari, Bakat Siswa Diasah Bersama KKM

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 205
    • 0Komentar

      03 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Bel kelas boleh usai, tetapi semangat belajar siswa Sekolah Anak Sholeh Full Day belum berhenti. Setiap sore, lingkungan sekolah justru menjadi ruang tumbuh bagi beragam potensi, tempat minat dan bakat siswa diasah dengan pendampingan yang terarah. Program Pengembangan Minat dan Bakat Siswa melalui Pendampingan dan Optimalisasi […]

  • Luru Ilmu Kanti Lelaku Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari

    Luru Ilmu Kanti Lelaku Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Kamis 30 Maret 2023 “Meningkat berarti mengubah, jadi kesempurnaan terwujud karena perubahan berkelanjutan” Winston Churchill Memasuki bulan Ramadhan di pekan pertama membawa saya teringat ke kilas masa lalu bahwa Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh yang sangat hebat dan wafat pada 7 Ramadhan 1366 Hijriyah atau 25 Juli 1947 Masehi. Malam […]

  • Wisuda SMPI 2 Pujon “Pendidikan Bukan Hanya Tanggungjawab Sekolah”

    Wisuda SMPI 2 Pujon “Pendidikan Bukan Hanya Tanggungjawab Sekolah”

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. Rabu, 07 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang SMP Islam 2 Pujon menggelar Prosesi Wisuda Siswa-Siswi Kelas 12 Tahun 2023 dan Milad SMP Islam 2 Pujon (SMP Ma’arif 42) yang berlokasi di Desa Madiredo RT 01, RW 01 Pujon. Drs. Samsul Jadi sebagai kepala sekolah merasa bahwa […]

  • BUPATI KABUPATEN MALANG SUPPORT LP MA’ARIF “TUGAS MA’ARIF MEMBERIKAN EDUKASI DAN KUALITAS PENDIDIKAN HARUS MENJADI PILIHAN”

    BUPATI KABUPATEN MALANG SUPPORT LP MA’ARIF “TUGAS MA’ARIF MEMBERIKAN EDUKASI DAN KUALITAS PENDIDIKAN HARUS MENJADI PILIHAN”

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 792
    • 0Komentar

    humaslp6 months ago UncategorizedMalang, LP Ma’arif Kab. Malang. Diskusi Minggu pagi (15/05/2022) pukul 05,30 di rumah dinas Bupati Kabupaten Malang Bapak H. Sanusi,M.M. terjalin sangat hangat dan menghasilkan beberapa program baru untuk LP Ma’arif Kabupaten Malang. Bupati Kabupaten Malang Bapak H. Sanusi,M.M., yang juga adalah seorang santri tulen dan pernah mondok di Pesantren Raudlatul Ulum […]

  • Launching Spektakuler “Ma’arif Journal of Education, Madrasah Innovation and Aswaja Studies”

    Launching Spektakuler “Ma’arif Journal of Education, Madrasah Innovation and Aswaja Studies”

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 19 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang Salah satu program pengabdian LP Ma’arif yang spektakuler adalah mendirikan Jurnal Ma’arif Journal of Education, Madrasah Innovation and Aswaja Studies. Jurnal ini ditujukan untuk membudayakan tradisi akademik menulis karya ilmiah di madrasah-madrasah Kabupaten Malang. Harapannya adalah terbangun kualitas pendidikan yang semakin kreatif inovatif […]

  • Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kamis 29 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Lulusan Pondok Pesantren Al Qur’an Assa’idiyyah harus memiliki ciri khusus. Maka dari itu, perlu pengetahuan yang sangat luas untuk kita serap supaya PPAA lebih maju. Mudah-mudahan PPAA baik pendidik dan pengurus semakin memiliki kualitas dan kemampuan yang luar biasa” sambut KH Ali Musthofa […]

expand_less