Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Potensiku, Potensimu, Potensi Kita

Potensiku, Potensimu, Potensi Kita

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
  • visibility 495

Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Ketika seseorang membatasi tindakan yang akan dilakukannya, ia membatasi tindakan yang mampu dilakukannya” Charles Schwab

Beberapa hari ini saya menemani Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dalam berbagai undangan acara wisuda. Beliau terus menghimbau bahwa pendidikan harus dikembangkan dengan rasa bahagia sebagai salah satu esensi dari Merdeka Belajar. Memahami Merdeka Belajar tidak bisa lepas dari kebahagiaan belajar untuk menemukan potensi. Guru menemukan potensi murid untuk terus ditumbuhkembangkan.

Harapannya adalah ketika seseorang memahami potensinya, Dia bisa fokus untuk mengembangkan potensi tersebut, fokus untuk terus melakukan pengembangan diri sesuai dengan potens yang dimiliki dan tidak harus menjadi seperti orang lain. Beragam assesment kemudian dibuat untuk mengukur potensi yang dimiliki oleh seseorang. Namun apakah bisa mengukur semua potensi yang dimilikinya?

Saya tertarik dengan apa yang ditulis oleh Robert J. Kriegel dan Louis Patler dalam Buku “If it Ain’t Broke… Break it” bahwa Kita semua (manusia) sama sekali tidak memiliki petunjuk tentang batasan-batasan manusia. Seluruh tes, penghitung waktu, dan garis akhir di dunia tidak mampu mengukur potensi manusia. Saat seseorang tengah mengejar impiannya, mereka akan melesat melampaui batasan-batasan mereka sendiri. Potensi yang ada di dalam diri kita tidak terbatas dan banyak belum dimanfaatkan. Ketika Anda memikirkan batasan, sesungguhnya Anda sendiri yang menciptakan batasan tersebut.

Begitu besarnya potensi manusia yang dianugerahkan oleh Allah swt dan wajib kita mensyukurinya. Namun pikiran saya kembali menyeruak, apakah seseorang bisa mencapai potensi yang dimiliki secara maksimal untuk digunakan?. Saya menemukan kutipan yang ditulis oleh Maxwell. Ia mengutip penjelasan yang ditulis oleh John Powell sang penulis The Secret of Staying in Love. John Powell menguraikan bahwa rerata seseorang hanya meraih 10% atas potensinya, hanya melihat 10% keindahan yang ada di sekitarnya, hanya mendengar 10% musik dan puisi, hanya mencium 10% wewangian, dan hanya merasakan 10 % nikmat hidup. Powell juga menulis bahwa banyak orang yang tidak mampu melihat atau memaksimalkan potensi mereka.

Seseorang akan lebih mudah mencapai potensinya ketika mereka memusatkan perhatian pada kekuatan mereka daripada kelemahan mereka. Disinilah saya pikir perlunya kesadaran untuk memahami potensi diri. Satu-satunya cara untuk mencapai potensi terbaik adalah dengan mengembangkan kekuatan yang ada dalam potensi diri.

Tentunya untuk mencapai kekuatan potensi maksimal kita akan mendapatkan beragam tantangan. Sebuah komentar yang disampaikan oleh Sharon Wood, seorang wanita pendaki Gunung Everest, ia berkata “Saya mendapati bahwa ini bukan kekuatan fisik, tapi masalah kekuatan psikologis. Keinginan menaklukkan gunung berada dalam pikiran saya untuk menembus penghalang yang membatasi diri saya, lalu menerobos sesuatu yang disebut sebagai potensi, yang 90 % jarang kita gunakan.”

Wallhu a’lam

MzIzzybq. Selasa 13.45 wib

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Life is Really Simple

    Life is Really Simple

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd.,M.Kes. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Penduduk didekat sebuah hutan.., hidup begitu sederhana tetapi semuanya tercukupi. Mau makan tinggal masuk ke dalam hutan untuk mencari umbi umbian yang memang sengaja ditanam. Mau sayur tinggal memetik pucuk pucuk beberapa jenis daun yang tersedia melimpah di dalam hutan. Mau makan ikan… tinggal memancing […]

  • Sinergi Ma’arif-TK/RA Muslimat NU Kabupaten Malang Kelola Manajemen Lembaga Berbasis IT

    Sinergi Ma’arif-TK/RA Muslimat NU Kabupaten Malang Kelola Manajemen Lembaga Berbasis IT

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Rabu 11 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang Tidak ingin kalah dalam pengembangan manajemen lembaga. Dr. Hj. Khofidah Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Malang melakukan gebrakan yang berkemajuan. Tidak tanggung-tanggung, dengan menggandeng LP Ma’arif Kabupaten Malang yang juga memiliki para pakar dibidang Ilmu Pengetahaun dan Teknologi. Sebagai nara sumber utama, Dr. […]

  • Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Hadi Er. Rabu 28 Desember 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sumberputih, Wajak – Pelaksanaan hari ketiga Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Sertifikasi Kecamatan Wajak pada Rabu (18/12/2024) di Hall MI Literasi Miftahul Huda, Sumbernongko, Sumberputih, Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program PKB dengan format IN-ON-IN, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi […]

  • <strong>Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?</strong>

    Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 701
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 06 Januari 2023 “Tugas pertama dari Cinta adalah Mendengarkan” Paul Tillich Filsuf Jerman Sekian waktu perjalanan saya di perguruan tinggi, bersama tim LP Ma’arif dan lainnya, banyak hal yang saya temui dalam perjalanan khususnya di perguruan tinggi dan saat  menjelajah 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Namun kali ini hal […]

  • Langkah Pendidikan Inovatif: Mahasiswa UIN Malang Berkolaborasi dengan FITK dan LP. Ma’arif Kabupaten Malang Mengajar, Menggelar Kunjungan dan Sesi Mengajar Inspiratif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau  

    Langkah Pendidikan Inovatif: Mahasiswa UIN Malang Berkolaborasi dengan FITK dan LP. Ma’arif Kabupaten Malang Mengajar, Menggelar Kunjungan dan Sesi Mengajar Inspiratif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau  

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Selasa 12 Desember 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Selasa, 12 Desember 2023 beberapa mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang jurusan PAI semester 5 yang bekerja sama dengan FITK dan LP Ma’arif Kab. Malang mengajar mengunjungi salah satu MTs. didaerah Dau. MTs. tersebut bernama Mts Wahid Hasyim 02 Dau yang berlokasi di Jl.Raya […]

  • Merawat Kalam Ilahi, KKM UIN Malang Perbaiki al-Qur’an Layak Baca

    Merawat Kalam Ilahi, KKM UIN Malang Perbaiki al-Qur’an Layak Baca

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 49
    • 0Komentar

    07 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pagi yang sunyi di perpustakaan Sekolah Anak Soleh Full Day, Sitiarjo, berubah menjadi ruang penuh kepedulian. Di antara tumpukan mushaf, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 128 memulai langkah kecil yang bermakna besar: merawat Al-Qur’an agar tetap layak menjadi teman hafalan generasi muda. Kegiatan penyerahan […]

expand_less