Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

Bapak Pendidikan Nasional Hadlratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
  • visibility 1.620

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

“Hadlaratussyeikh adalah seorang maha kiai dalam arti yang sebenarnya sekaligus pejuang bangsa” Gus Mus

Februari bagi sebagian anak muda dirayakan sebagai hari valentine’s day yang dianggap masyarakat barat sebagai simbol hari kasih sayang. Tanpa sengaja di sebuah obrolan tentang bulan Februari saya teringat tentang lahirnya tokoh besar di Nusantara, seorang tokoh inspiratif,ulama besar, pejuang, tokoh yang selalu memikirkan masyarakat, bangsa, dan Negara. Tokoh yang menurut saya sangat layak dijadikan simbol kasih sayang pada 14 Februari karena beliau selalu memikirkan kemanusiaan. Tokoh yang juga lahir pada 14 Februari 1871 Masehi bertepatan dengan 24 Dzulqa’dah 1287 Hijriyah. Beliau adalah Muhammad Hasyim Asy’ari, cucu dari Kiai Utsman pendiri Pondok Gedang, atau putera dari Kiai Muhammad Asy’ari.

Saat masih dalam kandungan Nyai halimah, ibu Kyai Hasyim tersebut sudah melihat tanda-tanda yang luar biasa. Pada suatu malam, beliau bermimpi bulan jatuh dari langit dan hinggap di kandungannya. Mimpi ini menjadi pertanda yang luar biasa bahwa anak yang akan lahir merupakan tokoh yang luar biasa di kemudian hari, bertalenta, cerdas, dan berpengaruh. Keistimewaan lainnya adalah Muhammad Hasyim Asy’ari berada dalam kandungan selama 14 bulan. Bahkan dikatakan oleh nenek beliau, bahwa para orang-orang yang ikut merawat berkata bahwa tanda-tanda keistimewaan sudah tampak ketika memandang wajah Muhammad Hasyim Asy’ari.

Muhammad Hasyim Asy’ari sejak kecil dikenal cerdas dan jago memimpin. Pengembaraan mencari ilmu beliau tiada henti, setelah dari pesantren kakek dan ayahnya, Muhammad Hasyim Asy’ari melanjutkan menjadi santri di Pesantren Wonokoyo Probolinggo, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Trenggilis Semarang, Pesantren Kademangan Bangkalan, Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo.

Melanjutkan pengembaraan mencari ilmu, Muhammad Hasyim Asy’ari berangkat ke Timur Tengah untuk kemudian belajar. Diantara guru Hadlaratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari adalah Syaikh Mahfudz al-Tirmisi, Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, Syaikh Abdul Hamid al-Daghastani, Syaikh Ahmad Syuaib al-Maghribi, Syaikh Ahmad Amin al-Aththar, Sayyid Sulthan bin Hasyim, Sayyid Ahmad Zawawy, Syaikh Ibrahim Arab, Syaikh Said Yamani, Sayyid Huseini Al-Habsy, Sayyid Bakar Syatha, Syaikh Rahmatullah, Sayyid Alawi bin Ahmad Al-Saqqf, Sayyid Abbas Maliky, Sayyid Abdullah Al-Zawawy, Syaikh Shaleh Bafadhal, dan Syaikh Sulthan Hasyim Daghastani. Dan ikut juga dalam majelis ilmu yang dipimpin oleh Al-Allamah Sayyid Alawi bin Ahmad Al-Saqqaf dan Sayyed Huseini Al-Habsy Al-Mufti.

Orang hebat tentunya memiliki teman-teman yang juga hebat, diantara teman-teman dekat Hadlratussyeikh Muhammad Hasyim Asy’ari yang juga menjadi tokoh hebat di belahan dunia yakni Sayyed Shaleh Syatha, Syaikh Thayyib Al-Sasi, Syaikh Bakar Shabbagh, Sayyid Ghaleh bin Alawi bin Aqil, Abdul Hamid Quds, Syaikh Muhammad Nur Fathani, Syaikh Muhammad Said Abdul Khair, Syaikh Abdullah Hamduh, Sayyid Aidrus Al-Bar, Sayyid Muhammad Ali Al-Maliky, dan Sayyid Muhammad Thohir Al-Dabagh.

Saya ingin menukil secercah kecil dari perjalanan Hadlartussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari. Bagi saya Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari adalah bapak pendidikan. Tulisan ini masih sangat dangkal karena memang pemahaman saya yang sangat minim. Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari seorang ulama yang juga memiliki minat membaca sangat tinggi juga ahli menulis, bagi beliau menulis adalah sebuah kewajiban sebagaimana yang beliau jelaskan dalam kitab Adab al- ‘Alim wa l-Muta’alim. Menurut Hadlratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, menulis harus memperhatikan tiga hal yaitu, Pertama, menulis karya yang memberikan manfaat dan banyak dibutuhkan oleh masyarakat; Kedua, menulis hendaknya tidak bertele-tele sehingga membuat yang membaca menjadi bosan; Ketiga, menulis hendaknya diteliti ulang, dan disusun dengan baik. Disini saja kita sudah bisa memahami bahwa beliau seorang multiliterat.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Samsul Ma’arif ditemukan bahwa  Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari memiliki banyak karya yaitu: Satu, Adab al-‘Alim wa Muta’allim fima yahtaju ilaihi al-Muta’alim fima yatafaqqafu ‘alaihi al-Mu’alim fi Maqamat al-Mu’allim; Dua, Al-Tibyan fi al-Nahyi’an Muqatho’ah al-Arham wa al-Aqarib wa al-Ikhwan; Tiga, Muqaddimah al-Qanun al-Asasi li jam’iyyah Nahdhah al-Ulama; Empat, Arbain Hadis Tata’alaqu Bi Mabadi Jam’iyyah Nahdhatul Ulama; Lima, Al-Nur al-Mubin fi Mahabbah Sayyid al-Mursalin; Enam, Ziyadah al-Ta’liqah, radda fiha manzhumah al-syaikh ‘Abd Allah Ibn Yasin al-Faasurani allati bihujubiha ‘ala ahl jam’iyyah Nahdlatul Ulama; Tujuh, Al-tanbihat al-wajibat li man Yashna’ al-Maulid al-Munkarat; Delapan, Dhou’u al-Misbah fi Bayani Ahkam al-Nikah; Sembilan, Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, fi Hadits al-Mauta wa Asyrath al-sa’at ma’ Bayan Mafhum al-Sunnah wa al-Bid’ah; Sepuluh, Hasyiyah ‘ala fath al-rahman bi syarh risalah al-wali Ruslan li syaikh al-Islam Zakariyah al-Anshari; Sebelas, Al-Durr al muntatsirah fi al-masail al-tis’I ‘asyrat, syarh fiha masalat al-thariqah wa al-wilayah wa ma yata’allaq bihima min al-umur al-muhimmah li ahl-thariqah; Dua belas, Al-Risalah al-tauhidiyah, wahiya risalah shaghirah fi bayan ‘aqidah ahl al-Sunnah wa al-jama’ah; Tiga belas, Al-Qalaid fi bayan ma’ yajid min al-aqaid.

Zuhairi Misrawi dalam Bukunya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan menulis bahwa ada sejumlah karya Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari  yang berbentuk manuskrip dan belum diterbitkan antara lain Hasyiyat ‘ala Fath al-Rahman bi Syarh Risalat al-Wali Ruslan li Syaikh Islam Zakariyya al-Anshori, al-Risalat al-Tawhidiyyah, al-Qalaid fi Bayan ma Yajib min al-Aqa’id. Al-Risalat al-Jama’ah. Tamyaz al-Haqq min al-Bathil, al-Jasus fi Ahkam an Nuqus, dan Manasik Sughra.

Satu hal lagi yang sangat mengagumkan menurut saya adalah apa yang ditulis oleh Muhammad Asad Syibah yang dikutip dalam Buku Kebiasaan-Kebiasaan Inspiratif KH. Ahmad Dahlan & KH. Hasyim Asy’ari Teladan-Teladan Kemuliaan Hidup, bahwa perpustakaan pribadi Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim merupakan perpustakaan yang paling kaya, baik dalam bentuk buku maupun manuskrip. Buku yang tersedia tidak hanya dalam bahasa Indonesia, tetapi juga dalam bahasa Melayu, Arab, bahkan asing lainnya. Perpustakaan ini hamper sama besarnya dengan perpustakaan Lembaga Penelitian Islam yang berada di Jakarta.

Dalam perjuangannya, Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari terus menyiarkan Islam serta intens dalam memperbaiki manusia, jika manusia itu baik maka akan menghasilkan beragam kebaikan. Seperti tujuan pendidikan yakni memanusiakan manusia. Diantara gerakan yang sangat terasa manfaatnya hingga saat ini di bidang pendidikan adalah mendirikan Pesantren Tebuireng yang memiliki alumni hebat tersebar di nusantara, sistim pendidikan dengan tetap berpegang kepada sistim klasik dan  melakukan inovasi baru seperti sistim kelas, musyawarah dan mata pelajaran yang terarah.

Muhammad Rifai menjelaskan bahwa Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari selain sebagai seorang pejuang, beliau juga sangat dikenal sebagai ulama pembaharu, belia melakukan pembaharuan dalam kurikulum pendidikan pesantren, beliau berpikiran terbuka dengan memasukkan model pendidikan umum, seperti Bahasa Melayu, Matematika, Ilmu Bumi pada 1916-1919. Selanjutnya ditambahkan dengan pelajaran Bahasa Belanda dan Sejarah Indonesia pada 1926 yang kemudian diikuti oleh pesantren lainnya.

Tertulis dalam Buku Mutiara-Mutiara Dakwah KH. Hasyim Asy’ari, Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari mendirikan pesantren tebuireng dan juga membuat sistim kelas, tahun 1916 M sistem kelas yang beliau lakukan menjadi sistem kelas yang pertama kali dikenal di nusantara. Dua kelas pertama adalah untuk kelas persiapan dan lima kelas lainnya adalah kelas lanjutan, inilah yang dimaksud dengan pelajaran yang terarah. Dan kemudian tahun 1919 pesantren ditambah pelajaran umum. Dengan sistem ini Tebuireng menghasilkan kader-kader yang mendirikan pesantren besar di berbagai tempat. Secara tidak langsung, Hadlratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari telah mengembangkan pendidikan Islam Tradisional yang baru, sekaligus mendistribusikan pemerataan pendidikan pada kelas sosial yang paling bawah.

Sekelumit pemikiran tentang orang besar, dibalik karya karya beliau yang sangat besar untuk negeri ini. Sang Bapak Pendidikan!

Wallahu a’lam

Selasa 14 Februari 2023; 07: 15 wib

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lungguhe Seng Suwe

    Lungguhe Seng Suwe

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Minggu 4 Juni 2023 Lailatul ijtima yang dilakukan di kantor PCNU Kabupaten Malang, menyiratkan banyakmotrivasi yang diterima ketika mengikuti kegiatan tersebut. Kita harus bersyukur menjadi warga Negara Indonesia yang mencintai Rasulullah saw. Semoga Allah menjadikan kita manusia manusia terbaik dan manusia yang beruntung. Berjuang di NU butuh istiqomah dan rela berkorban. […]

  • Survey Perkemahan Penggalang Ma’arif Nasional (PERGAMA) 2023

    Survey Perkemahan Penggalang Ma’arif Nasional (PERGAMA) 2023

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Ribut Iswanto, M.Pd. Senin, 16 Mei 2023 Fakultas Tarbiyah. Perkemahan adalah kegiatan yang menyenangkan bagi peserta didik, apalagi bagi peserta didik di bawah naungan pesantren atau Ma’arif NU, kegiatan ini merupakan refresing tersendiri untuk kesehatan fisik dan psikis. Hal inilah yang kemudian dijadikan program Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU PBNU. Dalam tahun ini 2023 akan […]

  • Menjadi Lembaga yang Bermutu dan Kredibel Harus Diawali dengan Peduli

    Menjadi Lembaga yang Bermutu dan Kredibel Harus Diawali dengan Peduli

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Senin,12 Januari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Mengawali tahun baru 2026 Ahad 11 Januari, KKMA Tuban 2 menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kapasitas dan Kompetensi Pengembangan Madrasah Maarif, di Hotel Horizon Batu, dengan menghadirkan Ketua LP Ma’arif PCNU Kab Malang, Prof Hamka. Dalam workshop tersebut Prof Hamka memberikan materi Best Practice yang dilakukan LP Ma’arif […]

  • Ma’arif Gencar Implementasikan Kurikulum Merdeka dan Manajemen Sekolah Unggul

    Ma’arif Gencar Implementasikan Kurikulum Merdeka dan Manajemen Sekolah Unggul

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 993
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kamis 12 Januari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang Bergegas melakukan Inovasi, MI Islamiyah Kaumrejo Ngantang hadirkan LP Ma’arif kabupaten Malang sebagai nara sumber Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka dan Manajemen Sekolah Unggul, Kamis (12/01/2023). Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 sampai dengan 16.00 wib ini diisi oleh para pakar di bidangnya. Menghadirkan […]

  • Bullying, Luka yang Tak Terlihat

    Bullying, Luka yang Tak Terlihat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 549
    • 0Komentar

    “Tidak ada yang lebih menyedihkan dalam hidup saya selain melihat kerasnya hati orangorang terpelajar” Mahatma Gandhi (Pemimpin Spiritual dan Politikus India: 1869-1948) Adinda aulia & Izzy. Sabtu, 17 Januari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Dalam kehidupan sosial, manusia tidak pernah lepas dari interaksi dengan orang lain. Namun, tidak semua bentuk interaksi berjalan secara positif. […]

  • LP Ma’arif Kabupaten Malang Disambut Meriah di Darul Qur’an Bukit Badong Malaysia

    LP Ma’arif Kabupaten Malang Disambut Meriah di Darul Qur’an Bukit Badong Malaysia

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. Kamis 9 Maret 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Mudir Sekolah Tahfidz Darul Qur’an Bukit Badong (DQBB) Malaysia, Ustad Aiman Sufyan menyambut gembira kedatangan rombongan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Karena kunjungan ini adalah pertama kali dilakukan oleh rombongan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Anak muda yang rendah […]

expand_less