Breaking News
light_mode
Beranda » DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI » Hermawan Kartajaya, Ronald Walla: Tentang AI dan Nyali

Hermawan Kartajaya, Ronald Walla: Tentang AI dan Nyali

  • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 269

Bq. 06 September 2026

LP Maarif PCNU Kabupaten Malang

Kamis sore, 3 September 2026, di Surabaya. Ballroom Sheraton Hotel penuh. Pebisnis, akademisi, dan pegiat pemasaran berkumpul. Kesadaran baru menyeruak sore itu.

Kecerdasan buatan (AI) perlahan menelan apa saja. Kepakaran teknis? Sangat bisa digantikan. Profesionalitas administratif? Mesin jauh lebih presisi. Menyusun kode pemrograman rumit? Algoritma mutakhir melakukannya dalam hitungan detik. Tanpa keluhan dan jeda istirahat. Kita memasuki era Agentic AI. Mesin tidak lagi pasif menunggu perintah, melainkan bertindak mandiri merencanakan dan menyelesaikan tugas kompleks. Kompetensi tradisional manusia diuji habis-habisan.

Di tengah disrupsi secepat ini, apa yang tersisa untuk manusia? Jawabannya satu. Keberanian mengambil risiko. Tesis ini ditegaskan Begawan Marketing, Hermawan Kartajaya. Sore itu, mewakili Rektor ITS, saya menerima penghargaan MCorp. Entrepreneurial Marketing Campus for Impact.

Penghargaan ini pengingat tegas. Kampus tak boleh sekadar mencetak talenta teknologi atau operator mesin masa depan. Empat pilar wajib ditanamkan, yaitu: Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dan Leadership (CIEL).

Mengapa entrepreneurship? Karena AI bergerak berdasarkan probabilitas masa lalu. Ia terkurung sangkar statistik. Algoritma tak punya nyali melompat ke wilayah abu-abu masa depan. Hanya seorang entrepreneur yang berani mengambil risiko. Mereka jeli melihat peluang, berani bertaruh, dan siap berkolaborasi tanpa merasa paling hebat.

Laporan Future of Jobs (WEF) 2020 dan 2023 telah membunyikan alarm. Jutaan pekerjaan repetitif musnah digantikan otomasi. Namun, kebutuhan pemikiran analitis, pemecahan masalah kompleks, dan kepemimpinan kewirausahaan melonjak tajam. Mesin memproses efisiensi, manusialah pencipta nilai baru.

Menciptakan nilai baru adalah esensi pemasaran. Hermawan menyentil kebiasaan lama yang menjangkiti pengusaha kelas akar rumput hingga komersialisasi riset kampus. Kesalahannya elementer. Bikin barang dulu, baru pusing mencari pembeli.

Rumus pemasaran modern harus dibalik. Pahami lanskapnya, lakukan segmentasi, temukan diferensiasi tajam, baru eksekusi produksi.

Puluhan tahun silam, pakar strategi pemasaran global Jack Trout mewanti-wanti lewat Differentiate or Die. Berbeda atau mati. Pesan itu digaungkan kembali oleh Hermawan, dalam kalimat apik: “You don’t have to be the best, just be different.” Tak perlu berdarah-darah menjadi sempurna di segala lini. Cukup jadilah berbeda. Diferensiasi yang bertumpu pada keunikan nilai adalah nyawa untuk keluar dari lautan persaingan. Menariknya, konsep diferensiasi ini bukan sekadar monopoli mazhab manajemen bisnis. Jika kita menengok ke ranah sains fundamental, diferensiasi sesungguhnya adalah hukum alam purba tentang tata cara bertahan hidup.

Dalam biologi perkembangan, diferensiasi adalah proses krusial di mana sel primitif yang belum terspesialisasi (stem cell) mengubah dirinya menjadi entitas spesifik seperti sel saraf, darah, atau tulang. Tanpa diferensiasi, tidak akan ada sistem kehidupan yang kompleks. Pada tahun 2018, majalah Science menobatkan teknologi pemetaan sel tunggal (single-cell RNA sequencing) sebagai Breakthrough of the Year. Temuan itu membuktikan bahwa diferensiasi selular bukanlah perubahan bentuk secara instan, melainkan lintasan adaptasi beruntun yang rumit.

Bahkan, kemajuan sains modern belakangan sukses meruntuhkan dogma lama biologi. Artikel di jurnal Nature menunjukkan bahwa sel yang sudah berdiferensiasi ternyata memiliki plastisitas. Ia tidak kaku bergerak dalam jalan satu arah saja. Dalam kondisi krisis, sel bisa merespons isyarat lingkungan, diprogram ulang (dediferensiasi), lalu meregenerasi jaringan yang rusak. Sebuah kelenturan tingkat selular yang sangat menakjubkan.

Benang merah pemikirannya menjadi terang. Di pasar bebas, diferensiasi dan inovasi layanan memastikan sebuah entitas bisnis tidak mati tergusur oleh kompetitor. Di level mikroskopis biologi, diferensiasi dan kelenturan memungkinkan organisme membentuk sistem kompleks untuk melawan kepunahan. Kesamaannya, spesialisasi dan adaptasi berkelanjutan demi kelangsungan hidup.

Panggung sore itu makin bergizi berkat hadirnya entitas yang berhasil “meregenerasi sel” bisnisnya. Ronald Walla, komandan Wismilak. Eksekutif generasi ketiga penakluk mitos hancurnya bisnis keluarga. Statistik bisnis keluarga secara global sesungguhnya amat mengerikan. Data Family Business Institute mengungkap, hanya 30 persen bisnis keluarga bertahan ke generasi kedua, menyusut menjadi 12 persen di generasi ketiga, dan nyaris punah menyisakan 3 persen di generasi keempat. Kutukannya terkenal. Generasi pertama membangun, kedua menikmati, ketiga menghancurkan. Sebuah momok yang nyata. Tapi Wismilak, di bawah kendali strategis Ronald Walla, sukses meredam kutukan itu dan justru terus membesar.

Apa resep rahasia adaptasinya menembus pergantian zaman?. Pertama, berani beda. Kedua, merombak mindset dan budaya kerja warisan usang. Ketiga, menyegarkan struktur lewat talenta baru. Keempat, inovasi tiada henti. Berhenti berinovasi, tegasnya, sama dengan meneken surat kematian perusahaan pelan-pelan.

Resep kelangsungan lintas generasi ini kemudian dipadatkan Walla, dan dielaborasi oleh Hermawan, menjadi tiga pilar.

Pertama, Clarity of Why. Sebuah institusi butuh tujuan fundamental jernih. Untuk apa ia eksis? Wismilak memposisikan diri sebagai fasilitator bagi mereka yang ingin berkembang, mengeksekusi ide, dan sukses bersama. Keselarasan antara tujuan bisnis dan nilai kebaikan ini tak berhenti di atas kertas. Ia mewujud konkret lewat program Diplomat Success Challenge (DSC) yang konsisten mewadahi dan mencetak ribuan wirausahawan baru.

Kedua, Discipline of How. Setelah tujuan gamblang, butuh kerangka kerja solid. Strategi bukan sekadar dokumen pajangan direksi. Ia harus dipatuhi sebagai disiplin langkah operasional.

Ketiga, Consistency of What. Ini adalah arena eksekusi lapangan. Konsistensi tanpa kompromi dalam taktik harian. Ide brilian tanpa eksekusi hanyalah halusinasi belaka.

Saya menatap piagam penghargaan itu. Mendengarkan pemaparan sore itu, saya menyadari satu hal krusial. Kampus dan dunia bisnis ternyata bernapas dengan paru-paru yang sama.

Kurikulum pendidikan tinggi kita tak bisa lagi berjalan di ruang hampa. Membedah mesin, merancang infrastruktur, menyusun sistem komputasi; semua harus dikawinkan dengan nalar kewirausahaan. Inovasi dari laboratorium kampus harus memiliki jiwa, mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memiliki diferensiasi yang menjadikannya unik, dan digerakkan talenta tangguh. Kita di ITS telah merintis jalan itu. Membangun purwarupa piranti, mendirikan kawasan sains dan teknologi, hingga menyiapkan fasilitas fabrikasi semikonduktor. Ini bukan sekadar pameran kecanggihan teknis. Ini adalah wujud nyata eksekusi yang berdampak. Upaya mengubah riset akademis menjadi produk komersial demi menjaga ketahanan bangsa. Kampus kini harus turun gelanggang.

Zaman akan terus melesat berganti. Mesin akan makin otonom dan cerdas. Tapi algoritma secanggih apa pun tak akan pernah punya nyali bertaruh pada masa depan yang belum tertulis datanya. Selama kita senantiasa mendidik generasi manusia berani mengambil risiko, kita tak akan tergilas roda zaman. Mesin hanya mampu mengulang pola lama dengan sempurna. Sang penulis pola baru, tetaplah manusia yang bernyali untuk berbeda.

AMH
Agus Muhamad Hatta

  • Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tasyakur MTs. Almaarif 01 Singosari “KEREN”

    Tasyakur MTs. Almaarif 01 Singosari “KEREN”

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Bq. Minggu, 07 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Masuk dalam bursa Sekolah Adiwiyata Nasional serta terus memperkuat posisi sebagai madrasah ramah anak rujukan dan madrasah berwawasan global melalui kerja sama dengan lembaga luar negeri. MTs. Almaarif Singosari memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, meliputi nilai terbaik Ujian Madrasah, UAMNU, best character, prestasi non akademik, […]

  • Mewujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter, Berbudaya, Beriman, dan Bertakwa

    Mewujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter, Berbudaya, Beriman, dan Bertakwa

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    Izzybq. Kamis 20 Juni 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Mobil yang kami naiki menyusuri jalan yang berbelok ke arah perkampungan yang lumayan padat. Saat ini, Kamis 20 Juni 2024 jam menunjukkan pukul 10.15 wib saat mobil memasuki halaman rumah warga dan kami mermarkirnya disitu. Jalan masuk RA Al Huda dan MI Raudlatul Athfal dipenuhi […]

  • LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    LP Ma’arif inisiasi Gerakan Berdampak dengan 9 Guru Besar di Pesantren Cinta al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 951
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Hari sabtu, 8 Nopember 2025 Pesantren Cinta al-Quran kedatangan tamu 9 Profesor bersama LP MA’ARIF Kab Malang sebagai inisiator nya. Kesembilan Profesor itu adalah Prof Dr Ahmad Barizi, Prof Dr Wahid murni, Prof Dr Amka, Prof Dr Bisri Mustofa, Prof Dr A Fadil S. J, Ass Profesor Abdul Ghafur, […]

  • <strong>Ma’arif Excellent School Internationally Cerified</strong>

    Ma’arif Excellent School Internationally Cerified

    • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 23 Januari 2023 Selama dua hari penuh saya mendapatkan kesempatan belajar ISO dari direktur Decra Indonesia yaitu Bapak Sholichin A. Darmawan. Ini merupakan anugerah bagi saya karena bisa belajar sistim manajemen mutu langsung dari pakar yang sudah berada di level puncak atau level principal. dimulai pada hari Selasa 17 Januari […]

  • <strong>Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?</strong>

    Tugas Pertama dari Cinta adalah Mendengarkan, Mendengarkan Mencintai Pendidikan?

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.399
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Jumat 06 Januari 2023 “Tugas pertama dari Cinta adalah Mendengarkan” Paul Tillich Filsuf Jerman Sekian waktu perjalanan saya di perguruan tinggi, bersama tim LP Ma’arif dan lainnya, banyak hal yang saya temui dalam perjalanan khususnya di perguruan tinggi dan saat  menjelajah 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Namun kali ini hal […]

  • Madrasah Aljuneid Al Islamiah Singapore, Among The Pioneer Madrasah

    Madrasah Aljuneid Al Islamiah Singapore, Among The Pioneer Madrasah

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 4.053
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 13 Maret 2023 Berkunjung ke madrasah-madrasah yang berkualitas untuk menempa ilmu pengetahuan sangat memberikan manfaat. Singapura adalah negara yang dikenal memiliki tingkat pendidikan yang baik dan berkualitas. salah satunya adalah Madrasah Aljuneid Al Islamiah. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Jatim Indonesia beserta rombongan dari Indonesia melakukan penjajakan kerjasama (letter of […]

expand_less