Sekolah “Kawah Candradimuka”
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 22

Bq. Ahad, 21 Juni 2026
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

LP Ma’rif PCNU Kabupaten Malang dengan komitmen teguh untuk hadir bersinergi dengan seluruh Lembaga yang di bawah naungannya. Sabtu (20/06/2026), LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang kembali menghadiri undangan dari Yayasan Al Ma’arif Singosari Malang dalam acara Tasyakur Purnawiyata Peserta Didik ke-48 SDI Almaarif 02 Singosari sejumlah 106 siswa.
Yayasan Al Ma’arif Singosari di bawah ketua Pembina Prof, Dr. K.H. Masykuri Bakri, M.Si., Ketua Yayasan K.H. Anas Noor, S.H.,M.H. menaungi SDI Almaarif 02 Singosari dengan kepala sekolah Hj. Luluk Ernawati, S.Ag. Tampak sumringah 106 siswa lengkap dengan wali murid yang hadir. KH Anas Bashori, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang serta para tokoh Singosari hadir dalam acara itu.
Izzy Baiquni mewakili Prof. Amka dan LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang memberikan apresiasi kebahagiaan. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang mendukung kemajuan sekolah serta langsung bisa melihat dan menyimak perkembangan keilmuan, prestasi, para siswa. Sesuai dengan visinya Mengembalikan fitrah lembaga pendidikan Islam yang berbasis ilmu, transformatif, mandiri, bermutu, dan berhaluan Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah).
Menyimak motivasi dari Prof. H. Masykuri Bakri, M.Si., ada beberapa hal yang bisa dicatat dan diadopsi implementasinya di lembaga yang berbeda.

Satu. Lembaga pendidikan didukung penuh oleh yayasan dan pesantren sekitar. Yayasan memiliki peran besar dalam mendukung kemajuan sekolah. Pejuang di lembaga pendidikan bukan mengejar jabatan, tetapi memberikan manfaat demi kemajuan sekolah.
Dua. Semua harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, berbicara hal positif termasuk dalam berkomunikasi di media. Kesalahan komunikasi bisa merusak branding sekolah. Tebarkan hal positif dengan menggunakan teknologi dengan bijak. Sekolah harus melandasi siswa dengan moralitas yang tangguh. Anak-anak harus dididik sesuai dengan perkembangan zaman yang sedang dan akan terjadi.
Tiga. Sekolah mengembangkan kehidupan ilmiah dengan rekayasa pendidikan yang banyak berupa kegiatan-kegiatan menuju sekolah unggul. Wali murid mestinya siap dengan segala kegiatan dalam program sekolah. Sekolah juga peduli terhadap keadaan masyarakat. Program sekolah diramu sehingga bisa diikuti oleh semua siswa.
Empat. TK/RA sangat penting dalam menyiapkan pendidikan pemula. Lima. Era kompetisi dalam membangun lembaga disiasati dengan usaha kreatif, inovasi produktif, desain strategis, karena sekolah adalah amanah dari Allah bukan hanya dari masyarakat atau negara. Maka, rasionalitas dan intelektualitas penting, tetapi spiritualitas tetap harus kokoh, Al Qur’an dan sholawat terus digaungkan. Sekolah yang unggul memiliki aura yang memiliki magnet besar pada masyarakat.
Enam. Model pendidikan karakter melalui uswah dengan role model yang sangat jelas yaitu Rasulullah saw. Sekolah memulai dengan membangun imajinasi, inspirasi, kreativitas, inovasi sehingga sekolah bisa membangun produktifitas yang tinggi dampaknya adalah sekolah menjadi lembaga pendidikan sebagai candra dimuko siswa yang hebat.
LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang menyampaikan respon kebahagiaan atas capain-capain SDI Almaarif 02 Singosari.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
