Ma’arif Malang Gembleng Guru Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar
- account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14

Bq. Senin, 30 Maret 2026

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang
Menanamkan kebiasaan berpikir seperti persist, listen with empathy, dan striving for accuracy—membentuk cara berpikir bukan sekedar transfer fakta. Guru sebagai reflective decision maker, rencana pembelajaran yang responsive dan inklusilif, serta strategi diferensiasi” sekelumit pengantar awal dari Wakil Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang, H. Yusuf Ratu Agung, M.Si. pagi ini.
Muhammad Masykur Izzy Baiquni mengawali dengan menyapa audiens serta menanyakan bagaiman kabar mereka. Bagaimana progres tugas mereka?. Mereka melakukan refleksi-refleksi pengalaman mengajar yang telah mereka lakukan. Beliau mengajak guru untuk selalu bahagia dalam mengajar, bahagia dalam melayani dan mendidik para murid. Guru Adalah jiwa yang berusaha selalu tumbuh menjadi lebih dengan semangat yang terus digelorakan.

Para peserta bercerita tentang pengalaman mereka mengajar, apa yang mereka sangat sukai dan paling berkesan, apa yang menjadi kegundahan mereka hingga saat ini, sampai pada metode atau Teknik mengajar yang paling mereka senangi di kelas. “Pengalaman-pengalaman yang saya ceritakan itu yang akhirnya memberikan saya keyakinan bahwa langkah saya sebagai pendidik adalah pilihan yang benar, khusunya mengajar di Madrasah Ibtidaiyah” ujar Ibu Shendy Nanda Arifin. “Saya sangat terkesan ketika mendampingi seorang siswi yang mengikuti lomba di Kabupaten Blitar. Dan siswa saya adalah siswi terkecil dari semua peserta” ujar guru lainnya.



Foto: Diskusi komunikatif pemateri dengan peserta
Tri Agung Yoga, M.Pd. yang mengisi materi kurikulum, menyimak problem problem mengenai capain pembelajaran dan kurikulum di Mambaul Falah. Perwakilan dari wakil kuirikulum Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah secara bergantian berbicara secara lugas dan jelas. Beberapa diantara kepala dan guru juga memberikan tambahan masalah yang mereka perlu cari solusinya. “Apa profil lulusan yang sudah anda siapkan? Apa fokus yang ingin madrasah Anda capai? Bagaimana madrasah menemukan potensi utama dari murid-muridnya?” Ujar guru yang juga sebagai wakil kepala bidang kurikum di MTs. NU pakis dan tim Aswaja LP Ma’arif ini.

Sesi terus berlanjut di saat Ibu Suci Hidayati, M.Pd., tim penjaminan mutu LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang menyampaikan materi “Evaluasi Internal”. “Jadikan pembelajaran yang kreatif, jangan sampai kalah menarik daripada tik tok. Dasar menetapkan tujuan dan rencana evaluasi adalah untuk mengetahui kekuatan/kelemahan internal, keunggulan, peluang dan seberapa jauh lembaga telah melaksanakan tujuan secara efektif dengan mengukur misi lembaga yang jelas dan telah tercapai secara optimal. Evaluasi Pendidikan merupakan unsur penting dalam mengelola Pendidikan berkualitas yang terbagi dalam beberapa aspek seperti: kurikulum, SDM, manajerial, lingkungan social, pembiayaan, dan sarpras.” Paparan awal yang beliau sampaikan.
Meskipun telah diisi dengan beberapa pemateri yang bergantian mulai pagi. Peserta terus semangat menikmati setiap sesi dengan menunjukkan hasil dari tugas yang diberikan oleh pemateri untuk diselesaikan. Tugas yang berisi psikologi pembelajaran, profesionalitas guru, tupoksi kepala madrasah dan guru, evaluasi pembelajaran, profil dan capaian pembelajaran.

Hingga menjelang sore. Selanjutnya Dr. Hj. Najmah, M.Pd. memaparkan strategi kepala madrasah dalam mengembangkan Lembaga menjadi madrasah yang unggul. Bendahara ma’arif yang juga kepala MTs. NU Pakis Kabupaten Malang ini bertanya kepada para guru “Apa yang guru temukan tentang madrasah kami?”. Kepala madrasah yang banyak menerima penghargaan ini mengingatkan kepada kepala madrasah untuk memahami potensi setiap guru di lembaganya, hal ini akan sangat berguna dalam memetakan potensi untuk pengembangan madrasah.
- Penulis: Muhammad Masykur Izzy Baiquni
