Breaking News
light_mode
Beranda » Muhammad Masykur Izzy Baiquni » Literasi Madrasah Tantangan Orientasi Konsep Dan Upaya Kependidikan Dari Masa Ke Masa

Literasi Madrasah Tantangan Orientasi Konsep Dan Upaya Kependidikan Dari Masa Ke Masa

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
  • visibility 1.147

“Musuh terbesar dari ilmu pengetahuan adalah mengetahuinya” John C. Maxwell

Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Rabu, 9 November 2022

Kegiatan Khotmil Qur’an dan pembinaan di LP Ma’arif kabupaten malang rutin dilaksanakan setiap bulan di gedung LP Ma’arif Kabupaten. Setiap bulan disini bergantian kecamatan yang hadir untuk mengaji dan mendengarkan wejanga bimbingan dari tokoh yang diundang. Sabtu 5 Oktober 2022 lalu Kami melaksnakan acara itu dan pembinaan disampaikan oleh Drs. K.H. Imam Ma’ruf dari Kepanjen Malang.

Beliau tokoh yang pandai menganalisi dan menyampaikan secara runtun dan lugas, maklumlah beliau juga mendalami Bahasa dan Sastra Indonesia. KH Imam Ma’ruf mengajak audiens untuk menganalisis berbagai problematik dan mengajak melakukan upaya pendidikan dengan pola metodologi pendidikan yang diajarkan oleh Hadratussyaikh K Hasyim Asy’ari KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim untuk diterapkan di madrasah-madrasah khususnya madrasah formal di Kabupaten Malang.

Semenjak saya di LP Ma’rif Kabuapetn Malang. Selain memang Saya juga adalah bagain terkecil dari madrasah. Saya berpikir untuk menelusuri kembali tentang Madrasah khususnya di daerah saya dan dinamika problematik, sejarah, dan perkembangan madrasah hingga orientasi konsep dan upaya kependidikan para tokoh pendidikan Islam untuk memunculkan kembali masa keemasan yang pernah diraih.

Menelisik dari karya Ulama Tarbiyah kita Prof. Dr. K.H. Muhammad Tolhah Hasan yang juga salah satu sahabat dari Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid, bahwa dari sekian banyak madrasah yang termasuk awal berdirinya di Nusantara diantaranya adalah madrasah yang didirikan oleh Syeikh Amrullah Ahmad di Padang tahun 1909 M, oleh K.H. Ahmad Dahlan Yogyakarta tahun 1912 M,  oleh K.H. Abdul Wahab Hasbullah di Surabaya tahun 1914 M, oleh  Rangkayo Rahmah Al-Yunusiyah di Padang Panjang tahun 1915 M, oleh K.H. Hasyim Asy’ari di Jombang tahun 1919 M, oleh K.H. Masykur di Malang tahun 1922 M, oleh Engku Zainuddin Labay di Padang Panjang tahun 1923 M, oleh tengku Daud Beureueh di Blang Paseh-Sigli Aceh tahun 1930 M, oleh Raja Bone Andi Mappajukki di Watampone (Madrasah Amariah Islamiyah) tahun 1933 M, dan madrasah as-Sulthaniyah di Sambas Kalimantan Barat tahun 1922 M, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, dari sejarah tersebut terlihat bahwa Malang memiliki sejarah yang kuat dalam membangun pendidikan di Indonesia bahkan dalam perjuangan untuk merdeka. Untuk sejarah perjuangan membangun madrasah di Malang contohnya, dulu K.H. Masykur pada waktu memulai membuka madrasah di Singosari, setiap pagi Beliau disuruh menghadap ke kantor Wedono (Pembantu Bupati) bahkan tidak jarang harus menunggu lama. Wedono atau yang mewakili akan memeriksa mata pelajaran apa saja yang akan diberikan hari itu. Kalau sekiranya ada perihal yang kurang berkenan, maka pelajaran itu harus dibuang dan tidak diajarkan. Bahkan, setiap ada tambahan murid baru, haruslah dilaporkan dan dijelaskan siapa orang tuanya dan berasal dari mana. Apabila mata pelajaran itu berbahasa Arab, kosa kata yang tidak dipahami artinya harus dijelaskan secara jelas maksudnya.

Menuju madrasah masa kontemporer tentunya dinamika tantangan yang dihadapi madrasah mulai bergeser. Salah satunya adalah tantangan orientasi konsep dan upaya kependidikan di zaman global. Merunut ketika Jatuhnya Granada di Andalusia 1492 M, jatuhnya Baghdad 1258 M, masa di mana setelah abad ke-a3 M perkembangan kekuasaan dan peradaban Islam di dunia mengalami kemunduran.

Kemudian, memasuki abad ke-20 dunia diguncangkan dengan kebangkitan Islam dan gerakan pembaruan dengan munculnya tokoh-tokoh seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, rasyid Ridlo, Syakib Arsalan, Ali Mubarak, Muhammad Iqbal. Disusul dengan munculnya pemikir Islam kontemporer seperti Hasan Al-Banna, Muhammad Quthub, Abul A’la Al-Maududy, Abul hasan An-Nadwy, Ahmad Syalaby, Umar Muhammad At-Taumy As-Syaibany, Muhammad Athiyah Al-Abrasy, Ahmad Wahid hasyim, Muhammad Yunus dan lainnya. Di mana para tokoh bertujuan kembali untuk membangun kembali masa kejayaan pendidikan Islam dengan visi dan pendekatan berbeda-beda.

Pertama, kelompok yang berpandangan untuk menggali dasar-dasar pendidikan Islam darikhazanah Islam sendiri, tidak perlu mengadopsi konsep-konsep pendidikan Barat, ini disebabkan jiwa dan karakter prndidikan Islam sangat religius dan moralis, dan berbeda dengan jiwa serta karakter pendidikan Barat yang sekuler dan meterialis.

Kedua, kelompok yang tetap berakar kepada ajaran Islam dan nilai-nilainya, namun dalam banyak hal yang menyangkut proses pendidikan, seperti dalam metodologi pembelajaran, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan agar dapat memanfaatkan pengalaman dan kemajuan yang dicapai oleh pakar-pakar dari bangsa-bangsa mana saja baik dari Bangsa Barat ataupun Timur.

Ketiga, kelompok yang ingin lebih pragmatis yakni dengan mengikuti sistm bangsa-bangsa yang saat ini sudah maju pesat, terutama dari bangsa Barat, baik dari konsep pembelajaran, metodologi, teknologi, mamanjeman, sistem rekrutmen dan evaluasi, ditambah dengan pokok-pokok ilmu ke-Islaman (pendidikan agama). Hal ini disebabkan karena mereka menilai bahwa pakar pendidikan Islam sendiri belum dapat menyiapkan konsep-konsep pendidikan yang utuh, yang sesuai dengan perkembangan sosio-kultural yang menguasai kehidupan revolusi industri saat ini, dan belum siap bersaing dengan bangsa lain khususnya dalam bidang pendidikan. Pertanyaannya adalah, selanjutnya akan kita laksanakan paradigm yang mana?

Madrasah sebagai lembaga dan sstem pendidikan Islam memiliki karakter yang unik dan spesifik bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan non madrasah. Seperti yang disampaikan oleh Husni Rahim tentang karakter madrasah yaitu: pertama, karakter Islami, Madrasah mencerminkan identitas ke_Islaman dalam kurikulum dan proses belajarnya. Kedua, karakter populis. Madrasah selalu lahir dan berkembang dengan dukungan masyarakat serta bersifat terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Ketiga, karakter keragaman, madrasah menunjukkan adanya watak fleksibilitas dalam pelaksanaan pendidikan. Dan keempat, karakter mandiri, bahwa mayoritas madrasah di Indonesia adalah swasta, tantangan seperti gedung, guru pengajar, biaya operasional, sarana prasaran dan lainnya ditanggung oleh pendiri bersama masyarakat.

Di waktu yang berbeda, Prof. Dr. K.H. Imam Suprayogo dalam Buku Menghidupkan Jiwa Ilmu menyampaikan tantangan pendidikan dalam kemajuan pendidikan Islam di madrasah dianalisi dari sisi guru khususnya di madrasah, yaitu: Pertama, gurumerasakan bahwa selama ini terlalu terjadi perubahan kebijakan. Kedua, guru merasakan bahwa kebebasan dan kemerdekaannya kurang mendapatkan perhatian. Ketiga, guru merasakan sering adanya manipulasi dan bahkan kebohongan yang terjadi di dunia pendidikan. Keempat, guru juga merasakan bahwa pendidikan sekarang dijalankan dengan orientasi pada sikap formalisme yang berlebihan.

Sejarah madrasah yang begitu komples dengan membawa visi pendidikan Islam diikuti dengan tantangan perjuangan dengan beragam dinamika. Perlu kiranya terus disupport dalam mebangun intelektual, emosional, sosial sampai kepada kedalaman spiritual.

Wallahu a’lam

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pitaran Pelatih Sako Pramuka Ma’arif NU

    Pitaran Pelatih Sako Pramuka Ma’arif NU

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    Ahad, 19 Mei 2024 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Malang mendelegasikan lima Pelatih Pramukanya untuk mengikuti kegiatan “Pitaran Pelatih Sako Pramuka Maarif NU Se- Jawa Timur” di Pondok Pesantren Darus Salam Dongko Trenggalek, Minggu (19/05/2024).Turut hadir pula dalam upacara pembukaan Ketua Kwarcab Trenggalek, Ketua PC LP Ma’arif NU Trenggalek, […]

  • KKM 128 Agra Nova UIN Malang-LP Ma’arif Bersinergi di MTs dan MA Roudlotul Ulum Pagak

    KKM 128 Agra Nova UIN Malang-LP Ma’arif Bersinergi di MTs dan MA Roudlotul Ulum Pagak

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Siti Fatimah, M.Pd., Jum’at, 06 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Pagak, 4 Februari 2026 — Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 “Agra Nova” Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilaksanakan di MTs dan MA Roudlotul Ulum Bendo Pagak, Kabupaten Malang, berlangsung dengan sangat baik dan penuh sinergi. Program KKM […]

  • Madrasah Aljuneid Al Islamiah Singapore, Among The Pioneer Madrasah

    Madrasah Aljuneid Al Islamiah Singapore, Among The Pioneer Madrasah

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 4.074
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin 13 Maret 2023 Berkunjung ke madrasah-madrasah yang berkualitas untuk menempa ilmu pengetahuan sangat memberikan manfaat. Singapura adalah negara yang dikenal memiliki tingkat pendidikan yang baik dan berkualitas. salah satunya adalah Madrasah Aljuneid Al Islamiah. LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Jatim Indonesia beserta rombongan dari Indonesia melakukan penjajakan kerjasama (letter of […]

  • Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    Mahasiswa KKM UIN Malang Resmi Mengabdi di Desa Sitiarjo, Fokus Perkuat Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 555
    • 0Komentar

    05 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Suasana Balai Desa Sitiarjo tampak berbeda pada Selasa siang. Derap langkah pengabdian resmi dimulai ketika mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 128 secara simbolis diserahkan kepada pemerintah desa. Momen ini menandai awal kolaborasi akademik dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di […]

  • Semangat Inovasi Edukatif: Mahasiswa UIN Malang Menggelar Pembelajaran Interaktif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau

    Semangat Inovasi Edukatif: Mahasiswa UIN Malang Menggelar Pembelajaran Interaktif di MTs. Wahid Hasyim 02 Dau

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.520
    • 0Komentar

    Malang, 12 Desember 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Malang, 12 Desember 2023 – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti ruang kelas MTs. Wahid Hasyim 02 Dau ketika sekelompok mahasiswa semester 5 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berkunjung untuk menjalankan program inovatif mereka. Antusiasme siswa pun tak terbendung ketika mahasiswa ini […]

  • Purnawiyata XVI SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo

    Purnawiyata XVI SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.953
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 02 Juni 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Selamat untuk semua siswa Angkatan ke-16. Semoga sukses, masa depan tidak memiliki jani tetapi kejutan dan misteri. Apa yang kamu pelajari selama di sekolah itulah untuk bekal di masa depanmu, terus berjuang meraih cita-cita kalian” ucapan penyemangat dari Ibu Tyas,M.Pd., bagian Humas […]

expand_less