Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kisah Klasih Pendidikan Sastra

Kisah Klasih Pendidikan Sastra

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
  • visibility 1.536

 

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025

 

“Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai media. Mengapa ini mudah terhadi?. Pertanyaan itu muncul kembali ketika kaki-kaki tangga menuntun saya memasuki Gedung pementasan drama di salah satu kampus terbesar di Malang Raya. Di sana, Saya bertemu dan berdiskusi, menyimak, dan melihat para tokoh sastrawan berorasi dengan beragam tampilannya. Mereka bersastra.!

Mungkin sudah agak aneh di saat era pasca modern ini, di mana pembelajaran sastra sudah sangat sulit ditemukan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. “Tidak penting!” itu kata yang sering saya dengar dari sebagian kalangan pendidik. Padahal sejarah kejayaan masa lalu begitu jelas bagaimana para tokoh ternama sangat terkenal dengan nilai nailai kesusateraan.

Sastra memiliki makna majemuk. sastra secara harfiah berarti buku pengajaran. Susastra didefinisikan sebgai kitab yang berisi tulisan yang indah, mendidik, atau pun kitab-kitab pengajaran. Zaman dulu, sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan dan mengatur dunia. Sebagai contohnya,  Pada tradisi konfusianisme, kesusastraan diposisikan sebagai salah satu jalan suci. Para cendekiawan muslim juga berdakwah dengan bersastra. Berkonflik pun dengan menggunakan kata-kata yang sangat indah.

Foto: Bersama Dr. KH. Halimy Zuhdi, Sastrawan internasional dari UIN Malang

Manusia terdiri dari beberapa bagian yang harus dipenuhi agar tetap seimbang. Ada olah raga, olah pikir, olah jiwa, dan olah rasa. Pembelajaran orlah rasa sudah lumayan sulit ditemukan saat ini. Sejarahnya, kecenderungan manusia pada masa mulanya yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani terus berubah. Manusia terus berkembang mengikuti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kecenderungan manusia yang terus mengamati alam raya untuk mendapatkan keindahan menghasilkan seni, meraih kebenaran menghasilkan ilmu, dan meraih kebaikan menghasilkan akhlak.

Pembelajaran sastra membawa kelembutan hati bagi yang memelajarinya. Didalamnya diajarkan nilai-nilai agama, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan lainnya. Di dalamnya terdapat mimesis yakni tiruan realita kehidupan. Anehnya, Produk-produk kesusateraan seperti puisi, mendongeng, drama, diperlombakan di saat kelulusan sekolah. Namun tidak begitu banyak diajarkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling tua. Di dalam humaniora terdapat ilmu Bahasa, sastra, agama, dan lainnya. Sesuai dengan Namanya “human” manusia artinya berusaha memanusiakan manusia, menjadikan manusia berbudaya. Mengajari manusia berbahasa dengan baik yang berdasar pada nilai-nilai luhur pemikiran orang-orang bijak.  Dunia Islam memiliki banyak tokoh diantaranya seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Khadijah binti Suhnun, Abul ‘Ala al-Ma’arri, dan Maulana Jalaluddin Rumi.

Dalam sebuah syair, Amru bin al-Wardi (w. 749 H) menulis:

Tuntutlah ilmu, dan janganlah bermalas-malasan.

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas.

Dan jangan mengatakan, “Sudah terlambat…”

Setiap yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai tujuan.

Jangan pernah mengatakan, “Inilah keluargakau, dan kedudukanku…”

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

 

Akankah Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan ma’arif akan dihidupkan?

Wallahu a’laam

(Mz)

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berselancar Kebudayaan

    Berselancar Kebudayaan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    Mz. Rabu. 20 November 2024 “Secara alamiah sifat manusia itu sama, tetapi kebiasaan dan tradisilah yang membuat mereka terpisah” Confucius Membaca, menulis dan memahami budaya dengan budaya literasi. Itulah ide yang muncul dalam benak saya. Menyambut hari guru nasional 25 November 2024 menginspirasi saya untuk melakukan literasi budaya dengan mengampanyekan budaya literasi. Mempelajari beragam budaya […]

  • CERITA KLASIK EVENT ORGANIZER

    CERITA KLASIK EVENT ORGANIZER

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    humaslp4 months ago Learning, PendidikanOleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Semua hal akan berubah menjadi yang terbaik bagi orang yang berusaha sebaik mungkin supaya hal itu berubah” John Wooden “Coba nanti di lakpesdam atau di Ma’arif, panjenengan kembali giatkan pelatihan event organizer, pelatihan menjadi pembawa acara, dan publick speaking dan lainnya! Soalnya menurut saya ini juga […]

  • Prioritas Kepercayaan

    Prioritas Kepercayaan

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 906
    • 0Komentar

    Dr.H.Amka. Kamis, 23 November 2023 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kamis Pon, tanggal 23 November 2023. Dilaksanakan program penguatan kepala sekolah dan madrasah berupa pemaparan dan presentasi atas orientasi dari setiap pimpinan satuan pendidikan pasca pengajuan Surat Keterangan Berkala (SKB) sebagai pimpinan satuan pendidikan yang baru maupun perpanjangan. Hal tersebut dilakukan di hadapan ketua LP […]

  • Praktik Mengajar Pra-PKL Mahasiswa FITK UIN Malang

    Praktik Mengajar Pra-PKL Mahasiswa FITK UIN Malang

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 984
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Malang, 15 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) & LP Ma’arif mengajar merupakan program perdana pra-PKL yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bekerja sama dengan sekolah swasta di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Malang. Kunjungan Mahasiswa UIN […]

  • MJEMIAS Bertransformasi

    MJEMIAS Bertransformasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    Mz. Sabtu, 17 Mei 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sabtu (17/05/2025). Berlokasi di Kantor Informasi Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Tim Ma’arif Journal of Education, Madrasah Innovation and Aswaja Studies, jurnal kebanggan LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang, melakukan pertemuan rutin untuk meningkatkan kualiats jurnal tersebut. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualiats, membangun […]

  • 395 SISWA SMK NUSA SUKSES BELAJAR SIAP BEKERJA

    395 SISWA SMK NUSA SUKSES BELAJAR SIAP BEKERJA

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.339
    • 0Komentar

    Wahid Khoiruddin, S.Pd. Sabtu, 3 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Suasana riuh penuh kegembiraan dan haru tengah mewarnai pelepasan peserta didik sebanyak 395 kelas XII dalam Purnawiyata angkatan ke-15 SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo di Jl. Raya Subandi, Robyong, Wonomulyo, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu Kliwon (03/6/2023). Kepala SMK NU Sunan […]

expand_less