Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kisah Klasih Pendidikan Sastra

Kisah Klasih Pendidikan Sastra

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
  • visibility 1.476

 

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025

 

“Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai media. Mengapa ini mudah terhadi?. Pertanyaan itu muncul kembali ketika kaki-kaki tangga menuntun saya memasuki Gedung pementasan drama di salah satu kampus terbesar di Malang Raya. Di sana, Saya bertemu dan berdiskusi, menyimak, dan melihat para tokoh sastrawan berorasi dengan beragam tampilannya. Mereka bersastra.!

Mungkin sudah agak aneh di saat era pasca modern ini, di mana pembelajaran sastra sudah sangat sulit ditemukan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. “Tidak penting!” itu kata yang sering saya dengar dari sebagian kalangan pendidik. Padahal sejarah kejayaan masa lalu begitu jelas bagaimana para tokoh ternama sangat terkenal dengan nilai nailai kesusateraan.

Sastra memiliki makna majemuk. sastra secara harfiah berarti buku pengajaran. Susastra didefinisikan sebgai kitab yang berisi tulisan yang indah, mendidik, atau pun kitab-kitab pengajaran. Zaman dulu, sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan dan mengatur dunia. Sebagai contohnya,  Pada tradisi konfusianisme, kesusastraan diposisikan sebagai salah satu jalan suci. Para cendekiawan muslim juga berdakwah dengan bersastra. Berkonflik pun dengan menggunakan kata-kata yang sangat indah.

Foto: Bersama Dr. KH. Halimy Zuhdi, Sastrawan internasional dari UIN Malang

Manusia terdiri dari beberapa bagian yang harus dipenuhi agar tetap seimbang. Ada olah raga, olah pikir, olah jiwa, dan olah rasa. Pembelajaran orlah rasa sudah lumayan sulit ditemukan saat ini. Sejarahnya, kecenderungan manusia pada masa mulanya yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani terus berubah. Manusia terus berkembang mengikuti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kecenderungan manusia yang terus mengamati alam raya untuk mendapatkan keindahan menghasilkan seni, meraih kebenaran menghasilkan ilmu, dan meraih kebaikan menghasilkan akhlak.

Pembelajaran sastra membawa kelembutan hati bagi yang memelajarinya. Didalamnya diajarkan nilai-nilai agama, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan lainnya. Di dalamnya terdapat mimesis yakni tiruan realita kehidupan. Anehnya, Produk-produk kesusateraan seperti puisi, mendongeng, drama, diperlombakan di saat kelulusan sekolah. Namun tidak begitu banyak diajarkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling tua. Di dalam humaniora terdapat ilmu Bahasa, sastra, agama, dan lainnya. Sesuai dengan Namanya “human” manusia artinya berusaha memanusiakan manusia, menjadikan manusia berbudaya. Mengajari manusia berbahasa dengan baik yang berdasar pada nilai-nilai luhur pemikiran orang-orang bijak.  Dunia Islam memiliki banyak tokoh diantaranya seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Khadijah binti Suhnun, Abul ‘Ala al-Ma’arri, dan Maulana Jalaluddin Rumi.

Dalam sebuah syair, Amru bin al-Wardi (w. 749 H) menulis:

Tuntutlah ilmu, dan janganlah bermalas-malasan.

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas.

Dan jangan mengatakan, “Sudah terlambat…”

Setiap yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai tujuan.

Jangan pernah mengatakan, “Inilah keluargakau, dan kedudukanku…”

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

 

Akankah Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan ma’arif akan dihidupkan?

Wallahu a’laam

(Mz)

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • <strong> Antusiasme Mencapai Kompetensi</strong>

     Antusiasme Mencapai Kompetensi

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Kamis 26 Januari 2023 “Pertandingan yang sesungguhnya selalu terjadi antara apa yang telah Anda capai dengan apa yang mungkin Anda capai” Geoffrey Gaberino Gerimis tak kunjung berhenti sejak tengah malam. Sambil menikmati semilir angin saya membaca sebuah tulisan yang sangat menarik. Pengusaha George Crane dalam tulisan itu berkata “Tidak ada […]

  • Sekolah Moderasi

    Sekolah Moderasi

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni Membangun sekolah rasa “moderasi” sepertinya sudah menjadi “makanan” yang harus disajikan oleh LP Ma’arif kabupaten Malang. Salah satu SMA yang unik ditemui adalah SMA Islam Diponegoro Wagir. Penulis bertemu dengan guru guru dari agama Hindu dan mengajar di sana. Maka bayangan penulis bahwa ini adalah hal yang patut dicontoh untuk […]

  • Pitaran Pelatih Sako Pramuka Ma’arif NU

    Pitaran Pelatih Sako Pramuka Ma’arif NU

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    Ahad, 19 Mei 2024 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Malang mendelegasikan lima Pelatih Pramukanya untuk mengikuti kegiatan “Pitaran Pelatih Sako Pramuka Maarif NU Se- Jawa Timur” di Pondok Pesantren Darus Salam Dongko Trenggalek, Minggu (19/05/2024).Turut hadir pula dalam upacara pembukaan Ketua Kwarcab Trenggalek, Ketua PC LP Ma’arif NU Trenggalek, […]

  • SMP Sunan Giri Wagir dalam Purnawiyata dan Adiwiyata

    SMP Sunan Giri Wagir dalam Purnawiyata dan Adiwiyata

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.699
    • 0Komentar

    Izzybq. Sabtu, 22 uni 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Pada awal saya diminta untuk berbicara. Saya mengajak para undangan untuk membaca lagi dan lagi tentang Kanjeng Sunan Giri. Sebuah gelar dan simbol tokoh mulia yang disematkan sebagai nama SMP menjadi SMP Sunan Giri. nama yang menjadi simbol perjuangan dan teladan di SMP ini. Kanjeng […]

  • Motivasi Pendidikan MI Miftahul Huda Sukolilo

    Motivasi Pendidikan MI Miftahul Huda Sukolilo

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    Dr. Amka & Shofiulloh,S.Pd., Sabtu, 17 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang “Ajarilah siswa kita mengenal diri mereka agar menjadi siswa yang sadar dengan kemampuannya. Jika mereka sadar, mereka akan percaya diri dan merdeka berekspresi” Dr. Amka Ada yang beda dalam Pembagian Rapot kali ini di MI Miftahul Huda Sukolilo Kecamatan Jabung Kab. Malang, […]

  • Menuju “Mandiri, Agamis, Jujur, dan Unggul” ke-52

    Menuju “Mandiri, Agamis, Jujur, dan Unggul” ke-52

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Bq. Rabu. 24 Juni 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Rabu (24/06/2026) pukul 07.30 wib sampai dengan  12.30 wib,  Gedung Aula Ajusta Yon Armed 1/ Roket riuh rendah oleh Acara Tasyakur Purna Siswa Kelas VI SDI Almaarif 01 Singosari Malang Angkatan ke-52. Di sebelah kanan duduk para pengurus dan undangan pria dan di sebelah kiri […]

expand_less