Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kisah Klasih Pendidikan Sastra

Kisah Klasih Pendidikan Sastra

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
  • visibility 1.393

 

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025

 

“Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai media. Mengapa ini mudah terhadi?. Pertanyaan itu muncul kembali ketika kaki-kaki tangga menuntun saya memasuki Gedung pementasan drama di salah satu kampus terbesar di Malang Raya. Di sana, Saya bertemu dan berdiskusi, menyimak, dan melihat para tokoh sastrawan berorasi dengan beragam tampilannya. Mereka bersastra.!

Mungkin sudah agak aneh di saat era pasca modern ini, di mana pembelajaran sastra sudah sangat sulit ditemukan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. “Tidak penting!” itu kata yang sering saya dengar dari sebagian kalangan pendidik. Padahal sejarah kejayaan masa lalu begitu jelas bagaimana para tokoh ternama sangat terkenal dengan nilai nailai kesusateraan.

Sastra memiliki makna majemuk. sastra secara harfiah berarti buku pengajaran. Susastra didefinisikan sebgai kitab yang berisi tulisan yang indah, mendidik, atau pun kitab-kitab pengajaran. Zaman dulu, sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan dan mengatur dunia. Sebagai contohnya,  Pada tradisi konfusianisme, kesusastraan diposisikan sebagai salah satu jalan suci. Para cendekiawan muslim juga berdakwah dengan bersastra. Berkonflik pun dengan menggunakan kata-kata yang sangat indah.

Foto: Bersama Dr. KH. Halimy Zuhdi, Sastrawan internasional dari UIN Malang

Manusia terdiri dari beberapa bagian yang harus dipenuhi agar tetap seimbang. Ada olah raga, olah pikir, olah jiwa, dan olah rasa. Pembelajaran orlah rasa sudah lumayan sulit ditemukan saat ini. Sejarahnya, kecenderungan manusia pada masa mulanya yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani terus berubah. Manusia terus berkembang mengikuti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kecenderungan manusia yang terus mengamati alam raya untuk mendapatkan keindahan menghasilkan seni, meraih kebenaran menghasilkan ilmu, dan meraih kebaikan menghasilkan akhlak.

Pembelajaran sastra membawa kelembutan hati bagi yang memelajarinya. Didalamnya diajarkan nilai-nilai agama, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan lainnya. Di dalamnya terdapat mimesis yakni tiruan realita kehidupan. Anehnya, Produk-produk kesusateraan seperti puisi, mendongeng, drama, diperlombakan di saat kelulusan sekolah. Namun tidak begitu banyak diajarkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling tua. Di dalam humaniora terdapat ilmu Bahasa, sastra, agama, dan lainnya. Sesuai dengan Namanya “human” manusia artinya berusaha memanusiakan manusia, menjadikan manusia berbudaya. Mengajari manusia berbahasa dengan baik yang berdasar pada nilai-nilai luhur pemikiran orang-orang bijak.  Dunia Islam memiliki banyak tokoh diantaranya seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Khadijah binti Suhnun, Abul ‘Ala al-Ma’arri, dan Maulana Jalaluddin Rumi.

Dalam sebuah syair, Amru bin al-Wardi (w. 749 H) menulis:

Tuntutlah ilmu, dan janganlah bermalas-malasan.

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas.

Dan jangan mengatakan, “Sudah terlambat…”

Setiap yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai tujuan.

Jangan pernah mengatakan, “Inilah keluargakau, dan kedudukanku…”

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

 

Akankah Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan ma’arif akan dihidupkan?

Wallahu a’laam

(Mz)

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kita Bisa Menyelesaikannya

    Kita Bisa Menyelesaikannya

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.753
    • 0Komentar

      Izzy. Sabtu, 05 April 2025 “Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin dijalan yang benar maka lanjutkan.” K.H. Abdurrahman Wahid LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Sabtu sore 05 April 2025. Suasana masih lengang saat kami memasuki area Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah yang diasuh oleh KH Zainul Arifin. Maklumlah pesantren memang sedang […]

  • Belajar Kesuksesan MTs. Almaarif 01 Singosari

    Belajar Kesuksesan MTs. Almaarif 01 Singosari

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 382
    • 0Komentar

      “Koordinasi pengetahuan dan upaya dalam semangat harmoni antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.” Napoleon Hill Izzy. Selasa, 21 Juli 2026 Pagi cerah dan penuh semangat, saat saya memasuki area MTs. Almaarif 01 Singosari Malang. Madrasah bersejarah yang didirikan oleh tokoh-tokoh hebat dan kini masih kokoh semakin menunjukkan eksistensinya. Senin 20 Juli […]

  • Kolaborasi Ma’arif NU dan UIN Malang: Pencegahan Bullying dengan Nilai Keaswajaan

    Kolaborasi Ma’arif NU dan UIN Malang: Pencegahan Bullying dengan Nilai Keaswajaan

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kabupaten Malang – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Malang terus mengampanyekan Ma’arif Against Bullying. Kampanye tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (22/08/2024). Kegiatan ini bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN […]

  • Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    Workshop PKB MI Wajak: Guru Ma’arif Kuasai Media dan Model Pembelajaran

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.382
    • 0Komentar

    Hadi Er. Rabu 28 Desember 2024. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Sumberputih, Wajak – Pelaksanaan hari ketiga Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Sertifikasi Kecamatan Wajak pada Rabu (18/12/2024) di Hall MI Literasi Miftahul Huda, Sumbernongko, Sumberputih, Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program PKB dengan format IN-ON-IN, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi […]

  • Belajar Inggris Jadi Seru Lewat Metode Atraktif KKM

    Belajar Inggris Jadi Seru Lewat Metode Atraktif KKM

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 730
    • 0Komentar

    02 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupatena Malang   Belajar bahasa Inggris tak lagi identik dengan hafalan kaku dan suasana kelas yang sunyi. Di SD Anak Soleh Full Day, tawa, lagu, dan permainan justru menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal kosakata baru dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode atraktif ini […]

  • Jaufan: Setelah 40 Tahun, Akhirnya Gondanglegi Memiliki Ma’arif

    Jaufan: Setelah 40 Tahun, Akhirnya Gondanglegi Memiliki Ma’arif

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    humaslp 4 months ago BeritaMuhammad Masykur Izzy Baiquni, 10 Juni 2022 Malang, LP Ma’arif Kabupaten Malang. Tagline bertajuk “Rapat Kerja dan Pengukuhan Pengurus LP Ma’arif MWC NU Gondanglegi” akhirnya berkumandang di ruang pertemuan gedung aula Madrasah Miftahul Ulum Atthohirin Gondanglegi Malang. Sabtu (04/06/2022) pukul 09.00 s.d. 11.00 wib. Acara ini dipimpin oleh H. Ahmad Khufaaji […]

expand_less