Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kisah Klasih Pendidikan Sastra

Kisah Klasih Pendidikan Sastra

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
  • visibility 1.559

 

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025

 

“Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai media. Mengapa ini mudah terhadi?. Pertanyaan itu muncul kembali ketika kaki-kaki tangga menuntun saya memasuki Gedung pementasan drama di salah satu kampus terbesar di Malang Raya. Di sana, Saya bertemu dan berdiskusi, menyimak, dan melihat para tokoh sastrawan berorasi dengan beragam tampilannya. Mereka bersastra.!

Mungkin sudah agak aneh di saat era pasca modern ini, di mana pembelajaran sastra sudah sangat sulit ditemukan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. “Tidak penting!” itu kata yang sering saya dengar dari sebagian kalangan pendidik. Padahal sejarah kejayaan masa lalu begitu jelas bagaimana para tokoh ternama sangat terkenal dengan nilai nailai kesusateraan.

Sastra memiliki makna majemuk. sastra secara harfiah berarti buku pengajaran. Susastra didefinisikan sebgai kitab yang berisi tulisan yang indah, mendidik, atau pun kitab-kitab pengajaran. Zaman dulu, sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan dan mengatur dunia. Sebagai contohnya,  Pada tradisi konfusianisme, kesusastraan diposisikan sebagai salah satu jalan suci. Para cendekiawan muslim juga berdakwah dengan bersastra. Berkonflik pun dengan menggunakan kata-kata yang sangat indah.

Foto: Bersama Dr. KH. Halimy Zuhdi, Sastrawan internasional dari UIN Malang

Manusia terdiri dari beberapa bagian yang harus dipenuhi agar tetap seimbang. Ada olah raga, olah pikir, olah jiwa, dan olah rasa. Pembelajaran orlah rasa sudah lumayan sulit ditemukan saat ini. Sejarahnya, kecenderungan manusia pada masa mulanya yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani terus berubah. Manusia terus berkembang mengikuti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kecenderungan manusia yang terus mengamati alam raya untuk mendapatkan keindahan menghasilkan seni, meraih kebenaran menghasilkan ilmu, dan meraih kebaikan menghasilkan akhlak.

Pembelajaran sastra membawa kelembutan hati bagi yang memelajarinya. Didalamnya diajarkan nilai-nilai agama, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan lainnya. Di dalamnya terdapat mimesis yakni tiruan realita kehidupan. Anehnya, Produk-produk kesusateraan seperti puisi, mendongeng, drama, diperlombakan di saat kelulusan sekolah. Namun tidak begitu banyak diajarkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling tua. Di dalam humaniora terdapat ilmu Bahasa, sastra, agama, dan lainnya. Sesuai dengan Namanya “human” manusia artinya berusaha memanusiakan manusia, menjadikan manusia berbudaya. Mengajari manusia berbahasa dengan baik yang berdasar pada nilai-nilai luhur pemikiran orang-orang bijak.  Dunia Islam memiliki banyak tokoh diantaranya seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Khadijah binti Suhnun, Abul ‘Ala al-Ma’arri, dan Maulana Jalaluddin Rumi.

Dalam sebuah syair, Amru bin al-Wardi (w. 749 H) menulis:

Tuntutlah ilmu, dan janganlah bermalas-malasan.

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas.

Dan jangan mengatakan, “Sudah terlambat…”

Setiap yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai tujuan.

Jangan pernah mengatakan, “Inilah keluargakau, dan kedudukanku…”

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

 

Akankah Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan ma’arif akan dihidupkan?

Wallahu a’laam

(Mz)

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma’arif “Global and Trust Collaboration for Generation’s Maturity”

    Ma’arif “Global and Trust Collaboration for Generation’s Maturity”

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.481
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa, 04 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Minggu (02/07/2023), bertempat di Gedung Serbaguna NU Krapyak, Jalan Sumedang Cepokomulyo Kepanjena Malang 65163 terlaksana agenda yang sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dikawal dan dimeriahkan oleh parade Drum Band dari Banser, acara giat Bahkti Sosial Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malang MTs. […]

  • Jagongan Lintas Budaya

    Jagongan Lintas Budaya

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 571
    • 0Komentar

      “Secara alamiah sifat manusia itu sama, tetapi kebiasaan dan tradisilah yang membuat mereka jauh terpisah” Confucius Muhammad Masykur Izzy Bq. Senin, 09 Februari 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Pekan ini, Kami (Maarif Kabupatan Malang) menerima tamu dari benua sebrang yang jauh yakni dari Afrika. Dr. Abu Bakar Makame Fakih,Mohamed Ali Mohamed, Hussein Iddi, […]

  • <strong>NONGKRONG SOAL VISI</strong>

    NONGKRONG SOAL VISI

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Esensi terpenting dari kepemimpinan adalah memiliki visi. Itu harus menjadi visi yang bisa Anda ucapkan dengan jelas dan lantang di setiap kesempatan. Anda tidak bisa meniupkan terompet dengan ragu-ragu” Theodore Hesburgh. “No, ngapa kamu gak jawab waktu ditanya soal visi di seminar tadi?” Tanya Budi agak gusar pada temannya Narno. […]

  • Pembiasaan Sportivitas Melalui Olah Raga

    Pembiasaan Sportivitas Melalui Olah Raga

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    Bq. Minggu, 23 November 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang   Workshop Sepak Bola sebagai Alternatif Pengembangan Potensi Sekolah; Workshop khusus guru PJOK SD dan MI dalam mengembangkan program unggulan sekolah melalui olahraga. Dilaksanakan Sabtu (22/11/2025) pukul 08.00 wib di SMP Ahmad Yani Turen Malang. Dua narasumber utama yakni Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim […]

  • Pramuka Memberi Anak Ruang Belajar dan Tumbuh

    Pramuka Memberi Anak Ruang Belajar dan Tumbuh

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    Izzy. Jum’at 23 Agustus 2024. Kami Pramuka IndonesiaManusia PancasilaSatyaku kudharmakanDharmaku kubaktikanAgar jaya IndonesiaIndonesia Tanah airkuKami jadi pandumu Lantunan Hymne Pramuka mengalun  mengisi setiap sela-sela dedaunan. Terdengar lirih syahdu menyentuh daun telinga. Mengingatkan saya ketika beberapa tahun lalu ketika  masa-masa bersekolah dengan semangat melantunkan lagu tersebut. Dan juga terkadang menepi karena badan yang kecapean saat menjalani […]

  • “Uripo ing Madrasah Nanging ojo golek penguripan ing Madrasah” KH Romly Tamim

    “Uripo ing Madrasah Nanging ojo golek penguripan ing Madrasah” KH Romly Tamim

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.266
    • 0Komentar

    humaslp16 mins agoBerita, Pendidikan Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Senin 19 September 2022 H. Ahmad Karim Sy.LP Ma’arif Kabupaten Malang Satu lagi tokoh teladan yang mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang sangat tinggi dari LP Ma’arif kabupaten Malang dalam acara Harlah ke-93 LP Ma’arif. Beliau adalah H. Ahmad Karim Sy. tokoh pendidikan kelahiran Yogyakarta dan mengabdi di […]

expand_less