Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kisah Klasih Pendidikan Sastra

Kisah Klasih Pendidikan Sastra

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
  • visibility 1.438

 

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025

 

“Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai media. Mengapa ini mudah terhadi?. Pertanyaan itu muncul kembali ketika kaki-kaki tangga menuntun saya memasuki Gedung pementasan drama di salah satu kampus terbesar di Malang Raya. Di sana, Saya bertemu dan berdiskusi, menyimak, dan melihat para tokoh sastrawan berorasi dengan beragam tampilannya. Mereka bersastra.!

Mungkin sudah agak aneh di saat era pasca modern ini, di mana pembelajaran sastra sudah sangat sulit ditemukan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. “Tidak penting!” itu kata yang sering saya dengar dari sebagian kalangan pendidik. Padahal sejarah kejayaan masa lalu begitu jelas bagaimana para tokoh ternama sangat terkenal dengan nilai nailai kesusateraan.

Sastra memiliki makna majemuk. sastra secara harfiah berarti buku pengajaran. Susastra didefinisikan sebgai kitab yang berisi tulisan yang indah, mendidik, atau pun kitab-kitab pengajaran. Zaman dulu, sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan dan mengatur dunia. Sebagai contohnya,  Pada tradisi konfusianisme, kesusastraan diposisikan sebagai salah satu jalan suci. Para cendekiawan muslim juga berdakwah dengan bersastra. Berkonflik pun dengan menggunakan kata-kata yang sangat indah.

Foto: Bersama Dr. KH. Halimy Zuhdi, Sastrawan internasional dari UIN Malang

Manusia terdiri dari beberapa bagian yang harus dipenuhi agar tetap seimbang. Ada olah raga, olah pikir, olah jiwa, dan olah rasa. Pembelajaran orlah rasa sudah lumayan sulit ditemukan saat ini. Sejarahnya, kecenderungan manusia pada masa mulanya yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani terus berubah. Manusia terus berkembang mengikuti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kecenderungan manusia yang terus mengamati alam raya untuk mendapatkan keindahan menghasilkan seni, meraih kebenaran menghasilkan ilmu, dan meraih kebaikan menghasilkan akhlak.

Pembelajaran sastra membawa kelembutan hati bagi yang memelajarinya. Didalamnya diajarkan nilai-nilai agama, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan lainnya. Di dalamnya terdapat mimesis yakni tiruan realita kehidupan. Anehnya, Produk-produk kesusateraan seperti puisi, mendongeng, drama, diperlombakan di saat kelulusan sekolah. Namun tidak begitu banyak diajarkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling tua. Di dalam humaniora terdapat ilmu Bahasa, sastra, agama, dan lainnya. Sesuai dengan Namanya “human” manusia artinya berusaha memanusiakan manusia, menjadikan manusia berbudaya. Mengajari manusia berbahasa dengan baik yang berdasar pada nilai-nilai luhur pemikiran orang-orang bijak.  Dunia Islam memiliki banyak tokoh diantaranya seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Khadijah binti Suhnun, Abul ‘Ala al-Ma’arri, dan Maulana Jalaluddin Rumi.

Dalam sebuah syair, Amru bin al-Wardi (w. 749 H) menulis:

Tuntutlah ilmu, dan janganlah bermalas-malasan.

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas.

Dan jangan mengatakan, “Sudah terlambat…”

Setiap yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai tujuan.

Jangan pernah mengatakan, “Inilah keluargakau, dan kedudukanku…”

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

 

Akankah Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan ma’arif akan dihidupkan?

Wallahu a’laam

(Mz)

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    Bekerja Berbasis Mutu, Bukan Berbasis Akreditasi

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kamis 29 Desember 2022 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Lulusan Pondok Pesantren Al Qur’an Assa’idiyyah harus memiliki ciri khusus. Maka dari itu, perlu pengetahuan yang sangat luas untuk kita serap supaya PPAA lebih maju. Mudah-mudahan PPAA baik pendidik dan pengurus semakin memiliki kualitas dan kemampuan yang luar biasa” sambut KH Ali Musthofa […]

  • Program Kunjungan Profesor Jerman di SMAI Wagir

    Program Kunjungan Profesor Jerman di SMAI Wagir

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    LP Ma’arif Kabupaten Malang (10/10/2022), SMA Islam Kecamatan Wagir melakukan terobosan besar dengan program kunjungan professor dan dosen ke lembaga yang dipimpin oleh Bapak Sugondo tersebut. Dalam acara tersebut, SMAI Islam Wagir didampingi oleh tim LP Ma’arif kabupaten Malang. Kali ini yang hadir adalah Prof. Gavin B Sullivan asal Selandia Baru yang kemudian merambah kedalaman […]

  • Guru Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar Belajar ke LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

    Guru Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar Belajar ke LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 873
    • 0Komentar

      “What I heard, I forget. What I see, I remember. What I do, I understand” Confucius, filsuf Tiongkok Bq. Ahad, 29 Maret 2026. LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Ahad (29/06/2026). Auditorium Aswaja LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang full terisi oleh para guru berseragam putih. Mereka adalah para pendidik dari Pondok Pesantren Mambaul Falah Blitar. […]

  • Mewujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter, Berbudaya, Beriman, dan Bertakwa

    Mewujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter, Berbudaya, Beriman, dan Bertakwa

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    Izzybq. Kamis 20 Juni 2024 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Mobil yang kami naiki menyusuri jalan yang berbelok ke arah perkampungan yang lumayan padat. Saat ini, Kamis 20 Juni 2024 jam menunjukkan pukul 10.15 wib saat mobil memasuki halaman rumah warga dan kami mermarkirnya disitu. Jalan masuk RA Al Huda dan MI Raudlatul Athfal dipenuhi […]

  • Aswaja adalah Core Values Kurikulum LP Ma’arif

    Aswaja adalah Core Values Kurikulum LP Ma’arif

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 2.926
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Sabtu, 15 Maret 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Kali ini turba PC Ma’arif NU Kab Malang dengan melakukan pembinaan guru dan Kepala Sekolah dan Madrasah di kec Tumpang, tema yang diusung adalah Pembelajaran Aswaja dimana Aswaja dikenal sebagai Core Values Kurikulum sekolah dan Madrasah di bawah LP Ma’arif. Acara ini dihadiri ketua […]

  • <strong> Antusiasme Mencapai Kompetensi</strong>

     Antusiasme Mencapai Kompetensi

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Kamis 26 Januari 2023 “Pertandingan yang sesungguhnya selalu terjadi antara apa yang telah Anda capai dengan apa yang mungkin Anda capai” Geoffrey Gaberino Gerimis tak kunjung berhenti sejak tengah malam. Sambil menikmati semilir angin saya membaca sebuah tulisan yang sangat menarik. Pengusaha George Crane dalam tulisan itu berkata “Tidak ada […]

expand_less