Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kisah Klasih Pendidikan Sastra

Kisah Klasih Pendidikan Sastra

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
  • visibility 1.532

 

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025

 

“Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai media. Mengapa ini mudah terhadi?. Pertanyaan itu muncul kembali ketika kaki-kaki tangga menuntun saya memasuki Gedung pementasan drama di salah satu kampus terbesar di Malang Raya. Di sana, Saya bertemu dan berdiskusi, menyimak, dan melihat para tokoh sastrawan berorasi dengan beragam tampilannya. Mereka bersastra.!

Mungkin sudah agak aneh di saat era pasca modern ini, di mana pembelajaran sastra sudah sangat sulit ditemukan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. “Tidak penting!” itu kata yang sering saya dengar dari sebagian kalangan pendidik. Padahal sejarah kejayaan masa lalu begitu jelas bagaimana para tokoh ternama sangat terkenal dengan nilai nailai kesusateraan.

Sastra memiliki makna majemuk. sastra secara harfiah berarti buku pengajaran. Susastra didefinisikan sebgai kitab yang berisi tulisan yang indah, mendidik, atau pun kitab-kitab pengajaran. Zaman dulu, sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan dan mengatur dunia. Sebagai contohnya,  Pada tradisi konfusianisme, kesusastraan diposisikan sebagai salah satu jalan suci. Para cendekiawan muslim juga berdakwah dengan bersastra. Berkonflik pun dengan menggunakan kata-kata yang sangat indah.

Foto: Bersama Dr. KH. Halimy Zuhdi, Sastrawan internasional dari UIN Malang

Manusia terdiri dari beberapa bagian yang harus dipenuhi agar tetap seimbang. Ada olah raga, olah pikir, olah jiwa, dan olah rasa. Pembelajaran orlah rasa sudah lumayan sulit ditemukan saat ini. Sejarahnya, kecenderungan manusia pada masa mulanya yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani terus berubah. Manusia terus berkembang mengikuti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kecenderungan manusia yang terus mengamati alam raya untuk mendapatkan keindahan menghasilkan seni, meraih kebenaran menghasilkan ilmu, dan meraih kebaikan menghasilkan akhlak.

Pembelajaran sastra membawa kelembutan hati bagi yang memelajarinya. Didalamnya diajarkan nilai-nilai agama, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan lainnya. Di dalamnya terdapat mimesis yakni tiruan realita kehidupan. Anehnya, Produk-produk kesusateraan seperti puisi, mendongeng, drama, diperlombakan di saat kelulusan sekolah. Namun tidak begitu banyak diajarkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling tua. Di dalam humaniora terdapat ilmu Bahasa, sastra, agama, dan lainnya. Sesuai dengan Namanya “human” manusia artinya berusaha memanusiakan manusia, menjadikan manusia berbudaya. Mengajari manusia berbahasa dengan baik yang berdasar pada nilai-nilai luhur pemikiran orang-orang bijak.  Dunia Islam memiliki banyak tokoh diantaranya seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Khadijah binti Suhnun, Abul ‘Ala al-Ma’arri, dan Maulana Jalaluddin Rumi.

Dalam sebuah syair, Amru bin al-Wardi (w. 749 H) menulis:

Tuntutlah ilmu, dan janganlah bermalas-malasan.

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas.

Dan jangan mengatakan, “Sudah terlambat…”

Setiap yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai tujuan.

Jangan pernah mengatakan, “Inilah keluargakau, dan kedudukanku…”

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

 

Akankah Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan ma’arif akan dihidupkan?

Wallahu a’laam

(Mz)

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompetisi: Prestasi atau Integritas?

    Kompetisi: Prestasi atau Integritas?

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.603
    • 0Komentar

    Izzy. Ahad, 02 Februari 2025 “Nilai-nilai menentukan karakter, dan karakter menentukan tujuan hidup kita” LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Porseni untuk berlatih, bukan berlatih untuk porseni. Itu kata yang muncul dalam benak saya saat menjadi juri sebuah kompetisi. Tiga orang sastrawan Indonesia Ketika di tanya apa yang sangat dibutuhkan oleh penulis produktif. Apakah mood, skill, […]

  • Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

    Ekosistem Kemandirian Lembaga Non Profit

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    Prof. Amka. Selasa, 28 Oktober 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang. Seringkali kita mendapati pernyataan “kita harus menjadi orang yang mandiri”, sebenarnya apakah sebenarnya mandiri itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, secara umum, mandiri berarti seseorang yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain, atau bisa juga mandiri Adalah tekad untuk bekerja keras demi […]

  • Ma’arif “Global and Trust Collaboration for Generation’s Maturity”

    Ma’arif “Global and Trust Collaboration for Generation’s Maturity”

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Selasa, 04 Juli 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang Minggu (02/07/2023), bertempat di Gedung Serbaguna NU Krapyak, Jalan Sumedang Cepokomulyo Kepanjena Malang 65163 terlaksana agenda yang sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dikawal dan dimeriahkan oleh parade Drum Band dari Banser, acara giat Bahkti Sosial Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malang MTs. […]

  • <strong>Total Work Management</strong>

    Total Work Management

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu 18 Februari 2023 LP Ma’arif Kabupaten Malang. “Inilah Total Work Management” ujar Dr. Amka kepeada awak media yang mewawancarai tentang event LP Ma’arif yang sangat padat. LP Ma’arif Kabupaten Malang memang “gila-gilaan” dalam membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat. Bagaiamana tidak, dalam satu hari saja LP Ma’arif Kabupaten Malang bisa […]

  • Anak Muda yang “Kudu” Terus Semangat

    Anak Muda yang “Kudu” Terus Semangat

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

      Izzy. Minggu, 01 Juni 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Mungkin bagi Sebagian orang, Minggu adalah hari libur. Tetapi bagi IPNU dan IPPNU tidak demikian. Minggu (01/06/2025) mereka mengadakan pelatihan Training of Fasilitator Komesariat. Penulis dapat tugas untuk menemani mereka di acara awal pembukaan. Sebelumnya, penulis mencoba berdialog dengan ketua organisasi perihal problematik apa […]

  • Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    Membaca “Lagi” Kekuatan Madrasah

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Kepemimpinan bangsa-bangsa itu selalu berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapainya. Ada kesenjangan yang jauh dalam pencapain ilmu pengetahuan antara bangsa-bangsa yang berkuasa di dunia sekarang dengan bangsa-bangsa lainnya yang tidak berdaya, yang bodoh, yang miskin dan yang terbelakang’ Abu Al-A’la Al Maududy (Manhaj Jadid li at-Tarbiyah wa at-Ta’lim) Dinamika […]

expand_less