Breaking News
light_mode
Beranda » Learning » Kisah Klasih Pendidikan Sastra

Kisah Klasih Pendidikan Sastra

  • account_circle humaslp2
  • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
  • visibility 1.517

 

Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Ahad, 04 Mei 2025

 

“Jangan pernah melewatkan satu hari tanpa melihat karya seni yang sempurna, mendengar karya musik yang hebat dan membaca, sebagiannya buku yang bagus” Van Goethe

LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang

Pernahkah anda melihat begitu banyak konflik?, Pertikaian?, Kekerasan?, Mungkin itu hampir setiap hari muncul di berbagai media. Mengapa ini mudah terhadi?. Pertanyaan itu muncul kembali ketika kaki-kaki tangga menuntun saya memasuki Gedung pementasan drama di salah satu kampus terbesar di Malang Raya. Di sana, Saya bertemu dan berdiskusi, menyimak, dan melihat para tokoh sastrawan berorasi dengan beragam tampilannya. Mereka bersastra.!

Mungkin sudah agak aneh di saat era pasca modern ini, di mana pembelajaran sastra sudah sangat sulit ditemukan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. “Tidak penting!” itu kata yang sering saya dengar dari sebagian kalangan pendidik. Padahal sejarah kejayaan masa lalu begitu jelas bagaimana para tokoh ternama sangat terkenal dengan nilai nailai kesusateraan.

Sastra memiliki makna majemuk. sastra secara harfiah berarti buku pengajaran. Susastra didefinisikan sebgai kitab yang berisi tulisan yang indah, mendidik, atau pun kitab-kitab pengajaran. Zaman dulu, sastra memiliki kekuatan yang dapat menguasai, menentramkan dan mengatur dunia. Sebagai contohnya,  Pada tradisi konfusianisme, kesusastraan diposisikan sebagai salah satu jalan suci. Para cendekiawan muslim juga berdakwah dengan bersastra. Berkonflik pun dengan menggunakan kata-kata yang sangat indah.

Foto: Bersama Dr. KH. Halimy Zuhdi, Sastrawan internasional dari UIN Malang

Manusia terdiri dari beberapa bagian yang harus dipenuhi agar tetap seimbang. Ada olah raga, olah pikir, olah jiwa, dan olah rasa. Pembelajaran orlah rasa sudah lumayan sulit ditemukan saat ini. Sejarahnya, kecenderungan manusia pada masa mulanya yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani terus berubah. Manusia terus berkembang mengikuti kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Kecenderungan manusia yang terus mengamati alam raya untuk mendapatkan keindahan menghasilkan seni, meraih kebenaran menghasilkan ilmu, dan meraih kebaikan menghasilkan akhlak.

Pembelajaran sastra membawa kelembutan hati bagi yang memelajarinya. Didalamnya diajarkan nilai-nilai agama, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan lainnya. Di dalamnya terdapat mimesis yakni tiruan realita kehidupan. Anehnya, Produk-produk kesusateraan seperti puisi, mendongeng, drama, diperlombakan di saat kelulusan sekolah. Namun tidak begitu banyak diajarkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Humaniora adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling tua. Di dalam humaniora terdapat ilmu Bahasa, sastra, agama, dan lainnya. Sesuai dengan Namanya “human” manusia artinya berusaha memanusiakan manusia, menjadikan manusia berbudaya. Mengajari manusia berbahasa dengan baik yang berdasar pada nilai-nilai luhur pemikiran orang-orang bijak.  Dunia Islam memiliki banyak tokoh diantaranya seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Khadijah binti Suhnun, Abul ‘Ala al-Ma’arri, dan Maulana Jalaluddin Rumi.

Dalam sebuah syair, Amru bin al-Wardi (w. 749 H) menulis:

Tuntutlah ilmu, dan janganlah bermalas-malasan.

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas.

Dan jangan mengatakan, “Sudah terlambat…”

Setiap yang berjalan di jalannya, pasti akan sampai tujuan.

Jangan pernah mengatakan, “Inilah keluargakau, dan kedudukanku…”

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

 

Akankah Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan ma’arif akan dihidupkan?

Wallahu a’laam

(Mz)

  • Penulis: humaslp2

Rekomendasi Untuk Anda

  • ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    ALL IS NOTHING, BUT TEACHER

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 864
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni “Orang-orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu, sampai mereka mengetahui seberapa besar Anda peduli”                 Sebuah penghargaan besar didinding ruang tamu Prof. Imam menyita perhatian saya, saya membaca tulisan tersebut dan berisi tentang pengahrgaan kehormatan yang diberikan kepada Prof. Dr. KH. Imam Soeprayogo atas kontribusi besar beliau terhadap Peradaban Islam […]

  • Motivasi Pendidikan MI Miftahul Huda Sukolilo

    Motivasi Pendidikan MI Miftahul Huda Sukolilo

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.498
    • 0Komentar

    Dr. Amka & Shofiulloh,S.Pd., Sabtu, 17 Juni 2023 LP Ma’arif NU Kabupaten Malang “Ajarilah siswa kita mengenal diri mereka agar menjadi siswa yang sadar dengan kemampuannya. Jika mereka sadar, mereka akan percaya diri dan merdeka berekspresi” Dr. Amka Ada yang beda dalam Pembagian Rapot kali ini di MI Miftahul Huda Sukolilo Kecamatan Jabung Kab. Malang, […]

  • Al Ihsan Turen Menuju Pendidikan Semakin Berkualitas  

    Al Ihsan Turen Menuju Pendidikan Semakin Berkualitas  

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 1.503
    • 0Komentar

    Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Jum’at 5 Mei 2023. LP Ma’arif Kabupaten Malang. Lebih dari 800 orang memadati halaman Yayasan Al Ihsan Turen. Mereka hadir untuk mengikuti halal bi halal, haul akbar K.H. Ma’sum Ihsan ke-14, haul perintis Yayasan Al Ihsan serta dewan guru yang telah wafat, dan reuni alumni Al Ihsan Turen pada hari Senin […]

  • Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim Ketika Dawuh Seorang Kiai Menjelma Menjadi Mercusuar Pendidikan Nahdliyin

    Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim Ketika Dawuh Seorang Kiai Menjelma Menjadi Mercusuar Pendidikan Nahdliyin

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Masykur Izzy Baiquni
    • visibility 872
    • 0Komentar

      Oleh: Saiful Anam. Selasa, 21 Juli 2026 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang “Madrasah yang besar tidak selalu lahir dari bangunan yang megah. Kadang ia tumbuh dari sebuah kepatuhan, disiram keikhlasan, lalu dipelihara oleh doa-doa yang tidak pernah ditulis dalam buku sejarah.” Kalimat itu tiba-tiba terlintas ketika saya memasuki halaman MI KH. Romly Tamim, Desa […]

  • Tradisi Baru, Ketua LP Ma’arif Melaporkan Pelaksanaan UAMNU yang Sukses

    Tradisi Baru, Ketua LP Ma’arif Melaporkan Pelaksanaan UAMNU yang Sukses

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle humaslp3
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    humaslp 7 months ago Uncategorized Di sela-sela kesibukan yang berjibun sebagai Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Malang, Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah mengikuti serangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) UAMNU di berbagai pelosok Kabupaten Malang bersama tim. Sabtu (19/03/2022) Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Malang masih bisa untuk sowan kepada Rois Syuriah PCNU Kabupaten […]

  • SMP An Nashr dan PAC IPNU-IPPNU Wajak Gelar MPLS dan MAKESTA, Tanamkan Semangat Pelajar NU Sejak Dini

    SMP An Nashr dan PAC IPNU-IPPNU Wajak Gelar MPLS dan MAKESTA, Tanamkan Semangat Pelajar NU Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle humaslp2
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Ahad, 13 Juli 2025 LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang Wajak, 13 Juli 2025 — Dalam upaya memperkenalkan lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter pelajar berjiwa organisasi dan religius, SMP An Nashr Wajak menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikolaborasikan dengan kegiatan kaderisasi dasar MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota). Kegiatan ini bekerja sama dengan PAC IPNU […]

expand_less